LEM Kembali Fasilitasi Vaksinasi Massal

Salah seorang pengunjung menerima suntikan vaksin di LEM, Sabtu, 10 April 2021. Pemkot Mataram terus memperluas jangkauan program vaksinasi tersebut, terutama untuk mempercepat penanganan pandemi Covid-19 yang berlangsung lebih dari satu tahun.(Suara NTB/bay)

Mataram (Suara NTB) – Lombok Epicentrum Mall (LEM) kembali melayani vaksinasi massal bagi masyarakat Kota Mataram. Program tersebut merupakan buah kerjasama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Mataram.

General Manager LEM, Salim Abdad menyebut pihaknya telah berkomitmen untuk mendukung segala upaya pemerintah untuk menangani pandemi coronavirus disease (Covid-19) yang telah berlangsung sejak Maret 2020 lalu. “Kami selalu terbuka untuk membantu. Tinggal kemauan pemerintah seperti apa menggunakan (fasilitas di LEM), karena (penanganan pandemi) ini menjadi upaya kita bersama,” ujarnya, Sabtu, 10 April 2021.

Iklan

Menurutnya, penempatan vaksinasi di LEM juga bisa memudahkan masyarakat Kota Mataram. Terutama dengan lokasi yang strategis dan penerapan protokol kesehatan ketat yang diterapkan manajemen LEM sendiri.

“Banyak respon yang kami dapatkan. Masyarakat menjadi tidak takut mengikuti vaksinasi. Karena LEM tempatnya nyaman sehingga tidak ada hal yang mengganggu masyarakat untuk datang. Kalau perlu apa-apa juga dekat, jadi banyak pilihan sembari mengantri,” ujar Salim.

Untuk memaksimalkan upaya penanganan pandemi, seluruh jajaran manajemen LEM juga telah mengikuti vaksinasi Covid-19. Dengan vaksinasi massal yang dilakukan, karyawan tenant yang ada di LEM juga diminta untuk mengikuti vaksinasi yang sama.

“Kalau untuk manajemen 50 persennya sudah vaksinasi tahap kedua, dan 50 persen lagi sedang menunggu vaksinasi tahap kedua. Kalau untuk tenant sekitar 25 persen karyawan telah mengikuti vaksinasi juga,” jelas Salim.

Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana mengapresiasi seluruh pihak yang bergerak mewujudkan vaksinasi massal di Kota Mataram. Menurutnya, inovasi dalam upaya panenanganan pandemi memang sangat dibutuhkan.

“Hampir satu tahun lebih kita menghadapi pandemi, dan masyarakat mulai jenuh. Ini ikhtiar kita semua untuk menjaga keselamatan bersama, yaitu dengan ikhtiar fisik berupa pelaksanaan protokol kesehatan, dan salah satu yang dipandang paling efektif adalah dengan cara vaksinasi,” ujar Mohan.

Progres vaksinasi di Kota Mataram menurutnya terus meningkat. Mulai dari 7.500 tenaga kesehatan dengan capaian 96 persen vaksinasi, 13.366 lansia dengan capaian 74 persen, dan 34.000 pekerja pelayanan publik.

“Antusiasme masyarakat untuk mau divaksin memberi dampak signifikan bagi upaya kita memutus penularan virus. Grafik (kasus positif) kita di Kota Mataram juga mulai menurun, ini tidak lepas dari semangat dan komitmen kita semua, termasuk masyarakat,” jelasnya.

Plt. Wakil Direktur Pelayanan RSUD Kota Mataram, dr. Tris Cahyoso menyebut minat masyarakat mengikuti vaksinasi massal memang cukup tinggi. “Sejak kita lakukan di Pasar Kebon Roek, Taman Udayana, LEM, dan Mataram Mall sasarannya mencapai 1.200 orang. Sekarang kita lakukan lagi di LEM untuk kedua kalinya dengan sasaran 500 orang; 200 orang untuk pekerja di LEM, dan 300 orang untuk masyarakat umum,” ujarnya.

Menurutnya rangkaian vaksinasi massal tersebut merupakan langkah yang tepat untuk memperluas jangkauan program tersebut. Khususnya untuk mempercepat munculnya herd immunity atau kekebalan kelompok terhadap potensi penularan virus. (bay)

Advertisementfiling laporan pajak ucapan idul fitri ucapan idul fitri Jasa Pembuatan Website Profesional