Lelang Proyek, Lotim Utamakan Kontraktor Lokal

Selong (Suara NTB) – Hingga pertengahan tahun 2018 ini, tercatat sebanyak 97 paket proyek di Lombok Timur (Lotim) yang mengajukan permohonan lelang di Unit Layanan Pengadaan (ULP) Lotim. Dari jumlah, sebagian besar di antaranya sudah ditentukan pemenang tender. Bahkan beberapa proyek sudah jalan pengerjaannya.

Kepala Administrasi Pembangunan-Unit Layanan Pengadaan (Adpem-ULP) Kabupaten Lotim, Lalu Mulyadi, dikonfirmasi, Jumat, 18 Mei 2018, menegaskan, proyek di Lotim yang sudah rampung proses tendernya. Seperti 9 paket proyek puskesmas dari 14 paket proyek di Dinas Kesehatan sudah dilakukan penetapan pemenangnya. Dan saat ini sedang dipersiapkan pelelangan untuk rehabilitasi. “Tahap pelelangan untuk Dikes semua sudah selesai,” ujarnya.

Iklan

Termasuk untuk proyek pembangunan kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) pengerjaan sedang berjalan. Sedangkan proyek di Dinas Perindustrian dan Perdagangan untuk pembangunan sejumlah pasar di Lotim yang saat ini mencapai 65 persen pengerjaan.

Untuk kontraktor, ULP memastikan tidak ada rekanan yang dimenangkan terutama yang sudah di-blacklist. Proses penentuan pemenang tender terhadap kontraktor, katanya, pihaknya melakukan evaluasi dan menelusuri rekam jejak dari rekanan itu. “Kita prioritaskan kontraktor lokal. Kalaupun kontraktor itu di-blacklist selama 3 tahun, maka tidak boleh lagi dia ikut. Karena sudah diketahui berdasarkan surat dari BPK mana-mana kontraktor yang sudah di-blacklist,” tegasnya.

Sementara beberapa paket proyek di Lotim yang belum yakni Dinas Pariwisata terkait proyek wisata bahari dan pengerukan taman wisata Labuhan Haji. Untuk kolam labuh dermaga Labuhan Haji ditargetkan bisa dilakukan pelelangan akhir Mei 2018 dan posisi saat ini masih menunggu UKL-UPL dari persyaratan administrasinya. “Awal Juni kita targetkan semua sudah tuntas pelelangan,” harapnya. (yon)