Lelang Pengelolaan Aerotel Praya Diperpanjang Sepi Peminat

Praya (Suara NTB) – Proses lelang terkait pengelolaan Aerotel Praya diperpanjang oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah (Loteng). Lantaran sepinya peminat yang mengajukan diri untuk mengelola aset milik Pemkab Loteng. Di mana sampai sejauh ini baru dua perusahaan yang sudah mengajukan penawaran, untuk bisa mengelola aset tersebut.

“Baru dua rekanan yang mengajukan diri untuk mengelola Aerotel Praya sampai sejauh ini. Sehingga kita putuskan untuk memperpanjang masa lelang. Dengan harapan, ada perusahaan lain yang ikut mengajukan diri,” ungkap Sekda Loteng, H.M. Nursiah, S.Sos.M.Si., yang dikonfirmasi Suara NTB, Kamis, 5 April 2018.

Iklan

Karena semakin banyak perusahaan yang mengajukan diri untuk mengelola aset tersebut, maka proses seleksi akan lebih baik lagi, sehingga pemerintah daerah akan semakin banyak pilihan. Hanya saja, perpanjangan waktu lelang tidak lama. Jika sampai batas waktu perpanjangan perusahaan yang mengajukan diri tetap hanya dua perusahaan, maka itulah yang akan diseleksi nanti. Karena bagaimanapun juga, pengelola Aerotel Praya harus segera ditetapkan.

Pihaknya tidak ingin gara-gara perusahaan yang mengajukan diri sedikit, kepastian pengelolaan aset tersebut menjadi molor. “Prinsipnya kita jalankan aturan dan mekanisme yang ada. Soal berada perusahaan yang mengajukan diri untuk mengelola aset pemerintah daerah tersebut, itu urusan lain,” ujarnya.

Apakah sepinya peminat yang mengajukan diri untuk mengelola Aerotel Praya, disebabkan karena target pemasukan yang dipatot Pemkab Loteng, terlalu tinggi? Nursiah menegaskan itu bukan jadi soal. Memang saat dikelola oleh pengelola sebelumnya, Pemkab Loteng mematok pemasukan sebesar Rp250 juta per tahun. Dan, ternyata angka tersebut belum bisa dipenuhi oleh pengelola sebelumnya.

“Kalau ada perusahaan yang sanggup mengembangkan aset ini serta siap berinvetasi, itulah yang jadi pertimbangan utama kita. Masalah berapa target pemasukan yang harus disetor ke daerah, itu urusan nanti,” ujar mantan Asisten III Setda Loteng ini.

Selain Aerotel, Pemkab Loteng juga memiliki aset berupa hotel Tastura di kawasan Pantai Kuta Pujut. Hotel tersebut saat ini juga tengah dilelang untuk mencari perusahaan yang siap mengelola dan mengembangkan aset tersebut. (kir)