Legundi Telat Datang, Ratusan Penumpang Telantar Empat Jam di Pelabuhan Lembar

Penumpang kapal Legundi yang antre di pelabuhan lembar. Mereka terpaksa tidur di selasar dan teras terminal.

Giri Menang (Suara NTB ) – Ratusan penumpang telantar di Pelabuhan Lembar, menyusul kapal Legundi tujuan Surabaya molor nyandar hingga 4 jam lebih. Seharusnya jadwal keberangkatan pukul 14.00 wita namun molor hingga pukul 18.00 wita. Penyebab kapal ini molor nyandar di Pelabuhan Lembar akibat lama antre di Pelabuhan Surabaya.
Kapal Legundi ini sendiri nyandar di pelabuhan milik Pelindo di Surabaya. Akibat keterlambatan pemberangkatan tersebut, sebagian Penumpang yang memilih bertahan menunggu di pelabuhan terpaksa tidur di teras dan selasar terminal pelabuhan.

Sugeng salah seorang dari Surabaya yang ditemui Jumat, 31 Mei 2019, mengaku menunggu di Terminal sejak pagi namun sampai siang hari belum juga berangkat. “Kami dikasih tahu kalau penyeberangan diundur, dari seharusnya jadwal jam 2 siang jadi jam 6 sore. Kami nunggu di teras ini,” aku Sugeng.
Ia terpaksa menunggu bersama anak dan istrinya di emperan terminal pelabuhan itu, karena kepastian pemberangkatan mundur dari jadwal. Ia mengaku pulang ke kampung halamannya di Surabaya.

Iklan

GM ASDP Lembar Yulianto mengatakan keterlambatan pemberangkatan kapal Legundi dari Lembar ke Surabaya bukan masalah di Lembar. Namun keterlambatan disebabkan menunggu kapal KMP Legundi dari Surabaya. Di Surabaya kata dia kapal Legundi nyandar di pelabuhan milik Pelindo, berbeda kata dengan kapal legundi di Lembar nyandar di pelabuhan penyeberangan sehingga kata dia hal ini menyebabkan kapal yang mau nyandar harus antre lama.
“Kalau disini tidak ada masalah, tapi kalau disana (Surabaya) harus antre kapal sehingga itu menyebabkan keterlambatan. Jadi masalahnya kapal telat sampai lembar,” kata Yulianto di konfirmasi, Jumat, 31 Mei 2019.

Ia membantah jika keterlambatan ini disebabkan masalah tiket kapal yang bermaslah, sebab kata dia tiket kapal KMP Legundi dibatasi sebab kapasitas kapal ini terbatas mencapai 1. 200 orang. Pihaknya sudah menjual tiket satu hari sebelum keberangkatan, penjualan pertama kata dia masih tersisa sehingga dijual hari Jumat.
Pihaknya menjual tiket seusai kapasitas kapal, saat ini tiket sudah tutup karena habis. Diakui tingginya animo masyakarat yang menggunakan kapal Legundi berimbas terhadap penumpang di pelabuhan penyeberangan lembar padangbai. Menurut dia tingginya animo ini kemungkinan disebabkan harga tiket pesawat yang tinggi.

Untuk pemberangkatan kapal ini sendiri, pihaknya masih menunggu kapal dari surabaya. Perkiraannya kapal mausk jam.18.00 sore lalu bongkar muat 1-2 jam, sehingga keberangkatan diperkirakan hingga 19.00-20.00 wita. Itupun kata dia, ketika kondisi normal tidak ada hambatan atau gangguan.

Untuk operasional penyeberangan KMP Legundi sendiri, sesuai jadwal tiga kali dalam sepekan. Yakni hari Senin, Rabu dan Jumat. Apakah ada kebijakan pada lebaran ini menambah waktu pelayan? Menurut dia pelayanan tiga kali seminggu sangat full. Sebab kapal berangkat hari senin dari lembar, tiba di Surabaya langsung berangkat ke lembar lagi.
Ditambahkan, sejuah ini lonjakan penumpang terjadi terutama dari lembar Surabaya. Sebab di hari biasa penumpang berjumlah 200-300 orang namun jelang lebaran mencapai 1000 orang bahkan sampai kapasitas penumpang habis.
“Lonjakan hingga 300 persen,” jelas dia. Ia menambahkan kapasitas kapal Legundi, kendaraan kecil 200 unit, truk besar 37 unit, kendaraan kecil 100. Kalau tidak ada truk namun hanya kendaraan kecil maka mampu menampung 200 unit. (her)