Lebih Massif Kampanye Gunakan Produk Lokal

Hj. Sitti Rohmi Djalilah (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Wakil Gubernur (Wagub) NTB, Dr.Hj.Sitti Rohmi Djalilah meminta semua pihak lebih massif mengkampanyekan penggunaan produk-produk lokal. Semangat ini bahkan akan diperkuat dengan dukungan kebijakan daerah.

Gerakan bela beli produk lokal belakangan gencar digalakkan oleh Bank Indonesia Provinsi NTB di bawah komando Heru Saptaji sebagai Kepala Kantor BI Wilayah NTB. Apalagi didukung oleh semangat Presiden Joko Widodo untuk memaksimalkan penggunaan produk-produk lokal dan menekan penggunaan produk impor.

Iklan

Wagub dikonfirmasi usai mengikuti kegiatan belanja produk lokal NTB yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia sebagai rangkaian dari kegiatan Karya Kreatif Indonesia (KKI) Seri 1 2021 secara nasional.

Rohmi mengatakan, semangat Bank Indonesia untuk mendorong penggunaan produk-produk lokal harus dicontoh. Ia bahkan menyampaikan apresiasi tinggi kepada Bank Indonesia, sudah menginisiasi gerakan bela beli produk lokal. ‘’Kalau bukan kita, siapa lagi,’’ ujarnya.

Upaya mendukung gerakan penggunaan produk lokal sebetulnya sudah dilakukan oleh Pemprov NTB dengan mengharuskan penggunaan kain tenun atau batik Sasambo untuk seragam ASN dua hari dalam sepekan.  Hari Selasa dan Kamis.

‘’Ke depan kita lagi mikir nih. Bagaimana caranya seragam putih-putih yang biasa digunakan ASN atau pegawai pemerintah di mix dengan batik lokal, atau tenun. Dimulai dari kitalah,’’ katanya sambil menunjuk contoh pakaian putih dikombinasikan tenun lokal yang digunakan oleh Kepala Bank Indonesia NTB, Heru Saptaji untuk pakaian dinas hariannya.

Dengan demikian, pelaku-pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) sebagai produsen produk lokal tidak “mati”, tetapi tetap berproduksi. Sembari menunggu pemulihan ekonomi global dari pandemi Covid-19.

Apakah siap UMKM NTB menyambut semangat menggunakan produk lokal? Persoalan selama ini adalah produksi yang terbatas dan lama? Wagub menegaskan, percepatan produksi bisa direkayasa dengan menggunakan mesin produksi teknologi sederhana. Misalnya untuk produksi tenun, dapat dibantu dengan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM). Selain tetap mempertahankan produksi dengan tenun gedogan.

‘’Semuanya harus jalan, ATBM iya, yang tradisional (gedogan) juga tetap jalan untuk memenuhi permintaan pasar,’’ imbuhnya.

Wagub juga mendorong agar daerah tingkat II (kabupaten/kota) di Provinsi NTB memiliki semangat yang sama untuk massif menggunakan produk-produk lokal. Di beberapa daerah di NTB semangat yang sama juga dilihat.

Misalnya,  di Kabupaten Lombok Timur yang menggunakan seragam pakaian lokal untuk ASN, demikian juga di Lombok Tengah. Kabupaten/kota lainnya juga diharapkan melakukan hal yang sama untuk menggerakkan ekonomi kerakyatan berbasis UMKM produk lokal.

“Termasuk di sekolah-sekolah. Seragam guru, bisa pakai tenun dan batik. Akan kita dorong ke arah sana,’’ ujarnya.(bul)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional