Lebaran Topat, Pedagang Janur Raup Untung

Mataram (Suara NTB) – Lebaran topat merupakan salah satu tradisi yang biasa dilakukan setelah enam hari lebaran. Perayaan lebaran topat tahun ini akan dipustakan di Makam Loang Baloq. Banyaknya kebutuhan akan janur untuk membuat ketupat membuat pedagang janur meraup untung banyak.

“Satu ikat harganya Rp7.500, isinya 10 kerangka ketupat. Kalau hari biasa kita jual satu ikat itu Rp5 ribu,” kata salah satu pedagang janur di Pasar Dasan Agung, Sitina, Kamis, 21 Juni 2018.

Iklan

Ia mengatakan bahwa permintaan akan janur semakin meningkat sejak dua hari menjelang lebaran topat. Tentu saja ini membuatnya mendapatkan untung lebih banyak dari biasanya. Sebelumnya satu ikat yang terdiri dari lima helai janur biasanya ia jual Rp1.000 saja. Namun saat menjelang lebaran topat, ia bisa menjual dengan harga yang lebih tinggi.

“Kan jarang-jarang kita bisa naikkan harganya ini. Biasanya kita jual seribu, isinya lima janur. Kalau sekarang kita bisa jual satu ikat itu Rp3 ribu,” ujarnya.

Banyaknya permintaan dari pembeli pada kerangka ketupat membuatnya lebih banyak menyediakan kerangka ketupat itu. ia juga akan mendapatkan untung yang lebih banyak jika janur-janur itu sudah dibuat menjadi kerangka.

“Sekarang sudah hampir habis janurnya. Tadi bawa banyak, hasil penjualan sampai siang ini sudah mencapai kurang lebih Rp500 ribu lebih,” ujarnya.

Perayaan lebaran topat biasanya dilakukan oleh warga dari berbagai kalangan. Mereka membawa ketupat dan berbagai kudapan lainnya ke destinasi wisata untuk dinikmati bersama kerabat dan keluarga. Ini merupakan tradisi yang sudah biasa dilakukan oleh warga Kota Mataram dan sekitarnya.

Salah satu pembeli, Nur Sa’adah yang merupakan warga Dasan Agung ini mengatakan bahwa ia sudah terbiasa merayakan lebaran topat bersama keluarganya. Sehingga setiap kali lebaran topat akan dilakukan, ia selalu berburu janur untuk digunakan membuat ketupat.

“Sudah biasa, kita buat setiap kali lebaran topat. Setelah itu kita ke pantai untuk liburan bersama keluarga,” ujarnya.

Selain itu, ada pula prosesi ziarah makam, praja topat dan pemotongan topat di Loang Baloq nanti. Ada pula prosesi ngurisan yang biasa dilakukan oleh warga setempat setiap kali lebaran topat dilakukan. Pihaknya juga sudah mengantisipasi adanya lonjakan kunjungan wisatawan di Makam dan Taman Wisata Loang Baloq. (lin)