Lebaran Topat Ditiadakan

Pengendara melintas di depan pintu gerbang Makam Bintaro, Kelurahan Bintaro, Kecamatan Ampenan, Senin, 10 Mei 2021. Makam bintaro merupakan salah satu objek wisata yang akan diawasi ketat oleh petugas pada lebaran Topat mendatang. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Pemkot Mataram memastikan tidak menyelenggarakan lebaran Topat. Kebijakan ini mengantisipasi terjadi kerumunan berpotensi penularan virus corona. Objek wisata dan ruang terbuka hijau akan diawasi secara ketat.

Asisten I Setda Kota Mataram Lalu Martawang menyampaikan, keputusan Pemkot Mataram bahwa perayaan shalat Idul Fitri diperbolehkan digelar di masjid, mushala maupun lapangan terbuka dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Namun berbeda halnya dengan perayaan lebaran Topat yang biasa digelar di Makam Bintaro maupun Taman Wisata Loang Baloq ditiadakan. Keputusan ini mencermati perkembangan atau situasi pandemi Covid-19,sehingga tidak terjadi penularan. “Kita tidak akan menggelar lebaran Topat seperti tahun – tahun sebelumnya,” kata Martawang dikonfirmasi,Senin, 10 Mei 2021.

Iklan

Seluruh objek wisata mulai dari Pantai Senja,Pantai Gading, Pantai Loang Baloq,Makam Bintaro,Pantai Tanjung Karang,Pantai Ampenan, Makam Bintaro serta ruang terbuka hijau dan spot lainnya yang menjadi tempat berkumpul akan diawasi secara ketat. Martawang mempersilahkan masyarakat berkumpul tetapi protokol kesehatan harus diterapkan secara ketat. “Silakan berkumpul tetapi saya harapkan prokes diterapkan secara ketat,” katanya mengingatkan.

Pengawasan terhadap objek wisata telah diminta dukungan dari Pemprov NTB. Permintaan langsung disampaikan saat webinar menyikapi potensi penularan kasus Covid-19 pascalebaran.

Pelaksana Tugas (Plt) Kasat Pol PP Kota Mataram, Ir. H. Mahmuddin Tura menambahkan, objek wisata di Mataram berpotensi jadi tujuan masyarakat untuk menikmati libur pasca lebaran. Karena itu,pihaknya akan melakukan pengawasan di pintu – pintu masuk objek wisata. Pengawasan difokuskan pada penerapan protokol kesehatan. “Kita akan berkoordinasi dengan TNI dan Polri,” tambahnya.

Kapolresta Mataram Kombes Pol. Heri Wahyudi mengingatkan,perlu diantisipasi potensi kerumunan pada lebaran Topat. Objek wisata pasti ramai dikunjungi oleh masyarakat. Pihaknya akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk pengawasan. Diupayakan tidak terjadi kerumunan yang berpotensi terhadap penyebaran Covid-19. “Lebaran Topat ini yang perlu diatensi,”kata Kapolres. (cem)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional