Lebaran Topat di Kota Mataram Bertajuk “Kemilau Topat Mentaram”

Mataram (Suara NTB) – Pada Jumat, 22 Juni 2018 merupakan hari perayaan lebaran topat di Kota Mataram. Sejumlah persiapan telah dilakukan untuk menyemarakkan kegiatan tahunan ini. Lebaran Topat tahun ini bertajuk Kemilau Topat Mentaram.

“Seperti biasa, kita akan lakukan zikir dan doa terlebih dahulu di musala Siti Aisyah. Kemudian bersama camat dan pejabat pemkot lainnya kita bergerak ke Makam Loang Baloq untuk mengikuti rangkaian acara,” kata Asisten I Setda Kota Mataram Lalu Martawang, Rabu, 20 Juni 2018.

Iklan

Ia mengatakan bahwa kegiatannya hampir sama dengan tahun-tahun sebelumnya. Bedanya kali ini, warga Sekarbela melakukan berbagai kegiatan pendukung lainnya untuk menambah semaraknya kegiatan ini. Di antaranya ada lomba layang-layang dan lomba memanah.

“Jadi ada kreasi dari warga Sekarbela, ada berbagai macam lomba. Tentu saja ini akan menambah kemeriahan perayaan lebaran topat tahun ini,” ujarnya.

Selain itu, ada pula prosesi ziarah makam, praja topat dan pemotongan topat. Ada pula prosesi ngurisang yang biasa dilakukan oleh warga setempat setiap kali lebaran topat dilakukan. Pihaknya juga sudah mengantisipasi adanya lonjakan kunjungan wisatawan di Makam dan Taman Wisata Loang Baloq.

“Antisipasi keramaian itu juga kita sudah koordinasi dengan Polres Mataram. Jadi nanti kita dibantu pengamanannya oleh kepolisian, TNI AL, TNI AU dan  dari Kodim,” ujarnya.

Ia berharap warga tetap menjaga kondusivitas selama kegiatan ini berlangsung. Selain itu juga diharapkan bagi warga yang bermain di pantai atau mandi di pantai untuk berhati-hati. Sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Kita tetap imbau warga untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban pada saat kegiatan berlangsung. Kita juga prediksinya jumlah kunjungan akan bertambah setelah Shalat Jumat. Maka dari itu, kami mengimbau kembali agar kita semua bersama-sama menjaga ketertiban,” imbaunya.

Ia berharap kegiatan ini dapat berjalan dengan baik. Sehingga dapat menjadi tempat bersuka cita bagi warga Kota Mataram dan sekitarnya. Ia juga berharap pengunjung atau warga tidak membuang sampah sembarangan yang membuat destinasi ini menjadi terlihat kotor. (lin)