LDII – MUI NTB Gelar Workshop Etika Bermedia Sosial

Mataram (Suara NTB) – Pimpinan Wilayah Lembaga Dakwah Islam Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Barat (DPW LDII NTB) bekerjasama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI ) NTB menggelar Workshop Etika Bermedia Sosial di Ruang Kenari Kantor Walikota Mataram. Dari kegiatan itu dipaparkan bahwa warga Indonesia adalah termasuk peringkat 3 dunia dengan menghabiskan waktu rata rata 3 jam 24 menit dalam sehari untuk bermedia sosial.

Menurut Data yang dirilis Januari 2017, dari jumlah populasi dunia 7,4 milyar jiwa, pengguna internet 3, 7 miliar, sementara pengguna media sosial telah mencapai 2,54 miliar dengan prediksi penetrasinya adalah 34% pertahun. Sebuah angka yang mencengangkan, Namun begitulah faktanya. Demikianlah salah satu data yang disampaikan oleh Tri Budi Prayitno, Kepala Dinas Kominfotik Provinsi NTB dalam acara Workshop Etika Bermeda Sosial yang digelar Sabtu, 30 Juni 2018.

Iklan

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Ketua Umum MUI Provainsi NTB, Prof.Drs.H.Saiful Muslim, MM. Ia juga menjadi salah saru narasumber workshop tersebut dengan tema makalahnya Etika Bermedia Sosial dalam Pandangan Islam, dimana disosialisasikan fatwa MUI Nomor 24 Tahun 17 tentang Pedoman bermuamalah dalam bemedia sosial.

Menurut Ketua DPW LDII NTB, Ir. Abdullah A.Karim, M.Si, dalam sambutan sekaligus laporannya sebagai workshop ini diawali oleh sebuah momentum Munas LDII VIII Tahun 2016 yang salah satunya ditandai dengan diluncurkannya Gerakan Bijak Bermedia Sosial. Karena LDII menganggap penting dan mendesak untuk ditegakkannya nilai nilai moral dalam penggunaan Teknologi Informasi di era yang serba digital dan di formulasikan sebagai Kode Etik Penggunaaan media sosial.

Acara workshop sendiri, dilaksanakan  atas kerjasama Majelis Ulama Indonesia (MUI) NTB dengan Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) NTB. Didukung oleh Kepolisian Daerah NTB dan Pemerintah Daerah Provinsi NTB dalam hal ini Dinas Komunikasi dan Informatika  dengan tema Bijak Bersosial Media dalam Islam, Bermasyarakat dan Berbangsa: Saring sebelum Sharing.

Kegiatan diikuti oleh 135 peserta yang terdiri dari Pengurus MUI, Pengurus LDII se Provinsi NTB, Utusan beberapa Ormas Islam,  serta generasi muda LDII berlangsung selama satu hari penuh dan dilanjuitkan dengan aksi damai di kegiatan Car Free Day pada Minggu, 1 Juli 2018.

Disamping mengagendakan beberapa sessi materi yaitu dari sambutan pembukaan oleh Ketua Umum MUI NTB, serta Ketua Umum DPP LDII Prof. Dr. Ir. KH. Abdullah Syam, M.Sc juga hadir sebagai narasumber adalah Ketua DPP LDII, Drs. H. Hidayat Nahwi Rasul, yang juga merupakan pakar Teknologi Informasi  dan Ketua Forum Telematika Kawasan Indonesia Timur, Kadis Kominfo Provinsi NTB, Drs. Tri Budi Prayitno, M.,Si serta Direktur Reskrimsus Polda NTB, Kombes Polisi Syamsuddin Baharuddin.

Ketua Umum DPP LDII, Prof. Dr. Ir. KH. Abdullah Syam, M.Sc. dalam sambutan pembukaan menjelaskan workshop ini  merupakan sumbangsih LDII dalam upaya ikut menjaga jati diri bangsa sebagai bangsa yang santun, gotong royong dan menjunjung tinggi keluhuran budi. Bagi terwujudkanya kerukunan slam kehidupan bermasyarakat  berbangsa dan bernegara.

Selanjutnya Gerakan ini melahirkan penandatanganan MoU antara LDII dengan Kementrian Kominfo Repubik Indonesia di tingkat pusat, sehingga pelaksanaan Workhop ini adalah implementasi nyata dan merupakan rangkaian yang tidak terpisahkan dari MoU tersebut.

Kegiatan aksi damai kampanye bijak bermedia sosial di arena car free day Udayana bersama Dinas Kominfotik Provinsi NTB.

Ketua Panitia, M.Ramadhani, usai kegiatan ini dilanjutkan dengan Aksi Damai Sosialisasi Etika Bermedia Sosial yang akan dilaksanakan pada Minggu , 1 Juli 2018 di arena Car Free Day Jalan Udayana Mataram. Diikuti oleh Generasi Muda LDII sebagai hasil nyata dari workshop ini dengan menyebarkan leaflet, brosur, dan stiker yang berisi edukasi etika bermedia sosial dan sosialisasi UU ITE serta Fatwa MUI tentang Muamalah Media Sosial. (lin)