Layani Warga Tak Mau Divaksin, Izin Agen Penyalur Bansos di Lobar Bakal Dicabut

Forkopimcam Gerung mengumpulkan semua agen untuk melaksanakan aturan Perpres Nomor 14 tahun 2021 sebagai strategi  mempercepat vaksinasi. Agen yang ketahuan warga yang menolak vaksinasi akan diberikan sanksi. (Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Agen penyalur batuan sosial (bansos) yang ketahuan melayani warga yang belum divaksin atau menolak vaksin bakal diberikan sanksi tegas. Agen bakal dicabut izin kerjasama penyaluran bansos di Lobar. Hal ini mengacu dengan surat edaran (SE) Dinas Sosial menindaklanjuti SE Bupati mengacu Perpres Nomor 14 tahun 2021.

Menindaklanjuti SE Dinsos ini, pihak kecamatan di Lobar pun mengumpulkan semua agen penyalur bansos di masing-masing daerah. Seperti yang dilakukan oleh Forkopimcam Gerung, mengumpulkan semua agen untuk diberikan penekanan soal SE ini. Pertemuan dipimpin langsung Camat Gerung H. Mulyadi, Kapolsek Gerung AKP Syarifuddin Zohri dan jajaran terkait lainnya.

Iklan

Camar Gerung H. Mulyadi mengatakan penekanan ini merupakan salah satu cara bersama untuk mensukseskan kebijakan pemerintah guna mencapai herd immunity, khususnya Kecamatan Gerung dan Kabupaten Lombok Barat secara umum. “Agen ini kita kumpulkan untuk membantu kita dalam melaksanakan Perpres nomor 14 tahun 2021, ditindaklanjuti oleh SE Bupati dan SE Dinsos,” tegasnya.

Berdasarkan hasil pertemuan itu, jelas Camat Gerung, mulai tanggal 5 November 2021 saat dimulainya penyaluran bantuan pihak agen siap untuk melakukan penyaluran bantuan dengan syarat bagi warga yang mengambil bantuan, wajib membawa atau menunjukkan KTP, KK, bukti vaksin Covid 19. Bagi warga belum divaksin diminta vaksin dulu. Dan akan membuat absensi penerima, sehingga Bhabinkamtibmas bisa melakukan pengecekan bersama pemerintah kecamatan.

Bagi agen yang melanggar, dan ketahuan menyalurkan bantuan kepada warga belum divaksin atau menolak vaksin, maka pihak agen akan mendapatkan sanksi. Tentunya sanksi sama dengan warga penerima bantuan, yakni bisa dibekukan atau dicabut izin kerjasama penyaluran bansos oleh Pemda. “Tentu bisa dicabut atau diibekukan izinnya,” tegas dia.

Sementara itu, Kapolsek Gerung AKP Syarifuddin Zohri menyatakan ke depan syarat pengambilan bantuan di setiap lokasi agen BRI Link harus menunjukkan kartu vaksin Covid 19.

Warga masyarakat yang sudah vaksin dan sebagai penerima bantuan, sedangkan belum memiliki kartu atau sertifikat Vaksin harus diarahkan untuk mengambil Surat Keterangan di desa masing-masing. “Di setiap lokasi agen harus memiliki absensi penerima bantuan sehingga nantinya akan dilakukan cross check bersama apakah agent BRI Link melaksanakan kebijakan yang saat ini kita sepakati bersama,” tegasnya. (her)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional