Lawan Polisi, Dua Residivis Curas Kawasan Wisata Loteng Dilumpuhkan

Praya (Suara NTB) –  Dua pelaku pencurian dengan kekerasan (curas) yang kerap beraksi di kawasan wisata Lombok Tengah (Loteng) bagian selatan, Sa (39) asal Desa Sukadana dan Pa (41) asal Desa Rembitan Kecamatan Pujut, terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas. Keduanya dilumpuhkan setelah berusaha kabur saat hendak dibekuk aparat Polres Loteng, Minggu, 3 Juni 2018.

Kedua pelaku sebelumnya terindentifikasi terlibat kasus curas dengan korban Erwin Budianto, manajer tempat penyewaan jet sky di kawasan Pantai Kuta, pada tanggal 26 Mei lalu. Di mana, pelaku bersama tiga pelaku lainnya yang saat ini masih buron, membobol tempat penyewaan jet sky dan berhasil membawa kabur sejumlah barang berharga milik korban.

Iklan

Usai beraksi di tempat penyewaan jet sky, para pelaku mendatangi home stay tempat Roberto Martien, warga asal Spanyol menginap. Di tempat tersebut, pelaku membawa kabur tas milik korban yang berisikan uang tunai dan barang elektronik lainnya, senilai hampir Rp17 juta.

 Dari kejadian ini, polisi kemudian melakukan identifikasi. Dan,berhasil mengantoni dua nama pelaku yakni Sa dan Pa. Keduanya kemudian ditangkap di rumahnya masing-masing. Namun karena berusaha melawan dan berusaha kabur, kedua pelaku akhirnya terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas.

 “Jadi saat kita tangkap, kedua pelaku berusaha kabur dan melawan. Sehingga dengan terpaksa kita tembak,” ungkap Kasat Reskrim Polres Loteng, AKP Rafles Girsang, S.IK., saat konferensi pers di aula Mapolres Loteng, Senin (4/6).

 Dari tangan pelaku, polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti. Seperti senjata tajam, berupa kersis dan parang, kain dan sepatu yang digunakan pelaku saat beraksi beserta barang elektronik yang diduga hasil kejahatan pelaku. “Untuk pelaku lainnya, saat ini kita masih terus. Identitasnya pun sudah kita kantongi,” ujarnya.

 Rafles menambahkan, para pelaku disinyalir merupakan sindikat aksi curas yang cukup meresahkan masyarakat. “Gerombolan ini tidak hanya beraksi sekali. Tetapi sudah beraksi di beberapa lokasi. Jadi korbannya sudah cukup banyak,” pungkasnya seraya menambahkan, dalam beraksi para pelaku terbilang nekat. Bahkan, para pelaku juga tidak segan-segan bakal melukai para korbannya jika tidak mau menuruti perintahnya. (kir)