Lawan Petugas, Seorang DPO Curas Dihadiahi Timah Panas

Mataram (suarantb.com) – Sat Reskrim Polres Mataram terus memburu Daftar Pencarian Orang (DPO) dalam kasus pencurian disertai kekerasan (curas) di perumahan elit Geguntur, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram, pada 13 Oktober lalu.

Sebelumnya, pada Minggu, 6 November 2016 kemarin, petugas berhasil membekuk terduga pelaku berinisial LR alias MR (35) dan seorang penadah barang curian berinisial G. Sementara, dalam kasus tersebut, dua terduga pelaku lainnya masih dinyatakan buron.

Iklan

KBO Sat Reskrim Polres Mataram, Ipda. Remanto, SH mengatakan kedua terduga pelaku yang menjadi DPO dalam kasus pencurian tersebut, dibekuk di rumahnya. Masing-masing di Lombok Tengah (Loteng), sekitar pukul 02.00 Wita, Selasa, 8 November 2016. Pelaku diketahui berinisial KD asal Kecamatan Mantang dan AB asal Kecamatan Jonggat.

“Dari hasil pengembangan, kami kemudian melakukan pengejaran dan penangkapan. Semuannya ditangkap di wilayah Loteng,” ujarnya saat gelar ekspos tersangka di Mapolres Mataram, Rabu, 9 November 2016.

Terduga pelaku AB sempat melakukan perlawanan terhadap petugas, saat penangkapan. Sehingga petugas kepolisian menghadiahi timah panas pada betisnya. “Dia (AB) sempat melawan petugas. Sehingga kita melumpuhkan pelaku,” jelasnya.

Keduannya merupakan residivis dalam kasus curas. Sementara pelaku AB, usai menjual barang curiannya, hasilnya digunakan untuk membeli narkoba. “Jadi AB ini, setelah menjual barang curian, hasilnya untuk nyabu,” ungkapnya.

Sementara terkait modus operandi pelaku, menurut Remanto, pelaku memasuki rumah korban dengan cara memanjat tembok dan merusak pintu. Pelaku kemudian mengancam korban dengan senjata tajam.
“Pelaku yang memegang parang berjaga di luar TKP. Kemudian dua temannya memasuki rumah dengan cara mencongkel pintu utama. Sampai di dalam, pelaku mengancam korbannya dengan senjata tajam dan mengambil barang milik korban,” ungkapnya.

Sementara barang bukti yang berhasil diamankan polisi yakni, satu Ipad Apple, dua buah dompet, dua buah cukit, dan satu buah parang. Barang bukti lain berupa ponsel, diduga telah dijual pelaku melalui jual beli online.

Pelaku juga diduga pernah terlibat kasus pencurian. Sementara kerugian korban sekitar Rp 11.500.000. Pelaku dijerta pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman sembilan tahun penjara. (szr)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional