Latih Kader Muda, NU Cegah Mundurnya Semangat Belajar Siswa Akibat Pandemi

Latihan Kader Muda NU KLU didorong memberi motivasi semangat belajar dan mencetak generasi muda berkualitas. (Suara NTB/ist)

Tanjung (Suara NTB) – Organisasi Islam terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU), menggelar pelatihan kader muda di Pondok Pesantren Bayyinul Umum, Santong, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara (KLU), Sabtu, 12 September 2021. Pada kesempatan kaderisasi yang digelar pemuda NU itu, IPP NU mengingatkan pentingnya menjaga semangat belajar di masa pandemi.

“Kegiatan ini merupakan program Departemen Pendidikan Kebudayaan IPPNU Pusat guna memberi bimbingan kepada anak anak sekolah. Kondisi pandemi sekarang ini dapat berdampak pada close learning (belajar tatap muka), dan berakibat pada kemungkinan mundurnya semangat belajar siswa,” ucap Ketua PP IPNU, Aswandi Jaelani.

Iklan

Menyikapi kondisi yang ada, ia mengajak seluruh pemuda NU di Indonesia khususnya di Lombok Utara, untuk menjaga motivasi belajar siswa pondok pesantren. Kaderisasi IPNU tidak hanya program wajib organisasi, melainkan sebagai salah satu upaya menyiapkan kader menyambut era digital. “Jika tidak disiapkan mulai saat ini, maka akan tergilas zaman,” imbuhnya.

Disebutkan, IPNU memiliki kader muda tersebar di seluruh Indonesia yang jumlahnya lebih dari 600 ribu orang. IPNU  berperan mencetak sumber daya manusia berkualitas di kalangan pemuda.

“Sejak didirikan pada tahun 1954, IPNU diminta ikut berperan menyiapkan generasi bangsa di bidang pendidikan dalam membangun negara,” tambahnya.

Pelatihan yang dilakukan IPNU KLU, direspon positif oleh Aswandi. Ia bahkan mewanti-wanti, IPNU provinsi dan kabupaten/kota di daerah lain yang belum kaderisasi, seyogyanya menjadwalkan agenda yang sama secara berkala. Kepengurusan IPNU daerah yang ditemukan tidak pernah melakukan kegiatan pengkaderan, akan mendapat teguran hingga restrukturisasi pengurus.

“Jika tidak pernah melakukan kaderisasi kita cabut SK-nya. Azas tertib dalam kongres, (pengurus) tidak hanya muncul di saat acara kongres saja,” tandasnya.

Sementara, Ketua PC NU KLU, M. Hamdun, MH.I., menyatakan kegiatan Latihan Kader Muda ini dijadikan proses pembelajaran yang harus diikuti dengan serius. Pasalnya, peran pemuda ke depan diharapkan menjadi motor penggerak pembangunan di daerah maupun pembangunan bangsa.

“Lombok Utara saat ini masih kategori daerah tertinggal dan termiskin, maka kewajiban kader IPNU ambil peran mengisi ruang-ruang tersebut dengan aktifitas pendidikan,” pintanya. “Jika saat ini kader muda NU menjadi Menag RI, kevdepan bila perlu lebih lagi,” tambahnya memorivasi.

Sementara, Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, Simparudin, SH., mewakili bupati mengamini agar latihan kader muda IPNU dan IPPNU dapat mencetak kader muda siap pakai untuk membangun daerah dan negara. “Pemerintah berharap dari kegiatan ini, lahir kader yang berjiwa pemimpin, terlebih kiprah NU terlibat melahirkan kemerdekaan bangsa ini,” imbuhnya. (ari)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional