Laptop Hilang, UNBK di SMKN 8 Tetap Digelar

Mataram (Suara NTB) – Tiga hari menjelang Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMKN 8 Mataram beberapa waktu lalu, laptop pinjaman dari siswa untuk mendukung UNBK hilang di sekolah. Hal ini cukup menyibukkan pihak sekolah, karena pada Jumat (31/3) itu merupakan hari terakhir untuk verifikasi. Akhirnya sekolah meminjam laptop milik guru dan kepala sekolah untuk melengkapi laptop UNBK, sehingga pelaksanaan UNBK di hari pertama bisa dilaksanakan.

“Yang jelas ruangan UNBK itu dibobol, dengan nyungkil gembok pintu dan diambil sembilan laptop, kebetulan laptop itu milik siswa. Tapi  sudah kita antisipasi untuk pelaksanaan, untuk menanggulanginya,” terang Kepala SMKN 8 Mataram, Kun Andrasto, S.Pd., ditemui di sela-sela pelaksanaan UNBK di sekolah kejuruan bidang kesehatan ini, Senin (3/4).

Iklan

Sebagai upaya mengantisipasinya, pihaknya langsung meminjam laptop guru, termasuk laptop miliknya selaku kepala sekolah. Pihaknya juga sudah melaporkan ke pihak kepolisian dan saat ini menurutnya masih dalam upaya untuk mencari.

Selain itu, bagi siswa yang kehilangan laptopnya, orang tua mereka sudah dipanggil untuk dipermaklumkan mengenai kehilangan itu. “Pada prinsipnya sekolah bertanggungjawab. Prinsipnya yang penting anak itu supaya tenang ikuti UNBK, supaya hasilnya mendapatkan suatu prestasi yang baik. Agar mereka konsentrasi di UNBK. Masalah laptop yang hilang nanti kita ganti,”  janji Kun.

Ketua Panitia UNBK di SMKN 8 sekaligus Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) Humas, Azizuddin, S.Pd. M.Kes., menjelaskan, pada Jumat (31/3) dilaporkan teknisi sudah diatur untuk UN, karena kesempatan terakhir untuk verifikasi. Tetapi tiba-tiba laptop itu tidak ada. Akhirnya lokasi diamankan, dan dilakukan rapat. Karena terkait dengan program nasional, pihaknya melapor ke Polres Mataram. “Karena hari itu verifikasi terakhir dari pusat, mau tidak mau  yang hilang itu harus disiapkan, salah satu caranya, kepala sekolah kami laptopnya dipakai,” ujar Aziz.

Adanya kehilangan, pihaknya sekolah akhirnya mempercepat verifikasi untuk laptop yang menggantikan kehilangan. Sejak Jumat sampai Jam 4 pagi tadi, verifikasi dilakukan, dan baru selesai jam 4 tadi pagi. “Teknisi, kami izinkan menginap di situ sampai selesai. Ketika ujian nasional, tidak ada hambatan dan berjalan sesuai jadwal,” katanya.

Sebanyak 121 siswa SMKN 8 Mataram mengikuti UNBK, dengan menggunakan dua ruang. Azis mengatakan, satu ruangan merupakan laboratorium Keterampilan Komputer dan Pengelolaan Informasi (KPPI). Sementara itu terkait dengan UN, karena jumlah yang tidak memadai, pihak sekolah  mengantisipasi dengan bekerjasama dengan orang tua murid. Sehingga beberapa di antaranya meminjam laptop milik orang tua siswa. “Di antara laptop di ruang kedua itu, sebagian milik sekolah , sebagian punya orang tua, jumlah laptop yang kita pinjam sejumlah 14,” katanya.

Dengan adanya kehilangan itu, Azis menekankan, pihaknya akan lebih ekstra mengantisipasi sampai dengan pelaksanaan UNBK di hari Kamis mendatang. Setelah itu juga tidak boleh teledor. (ron)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here