Laporan Perusakan Ponpes Dhiaul Fikri Berharap Ditindaklanjuti

Pengurus Partai Gelora Lotim saat memberikan keterangan (kiri), Salah satu bukti puing gapura ponpes Dhiaul Fikri yang dirusak.(kanan)

Selong (Suara NTB) – Kasus perusakan sarana ponpes Dhiaul Fikri di Dusun Elah Langgem Desa Sukarara, Kecamatan Sakra Barat, Lombok Timur, dilaporkan ke polisi. Polres Lombok Timur diharapkan serius untuk menangani laporan perusakan dimaksud. ‘’Bagaimana pun juga hukum harus ditegakkan dalam hal ini,’’ kata pengasuh ponpes Dhiaul Fikri, TGH. Ruslan Gunawan, LC, Jumat, 12 Juni 2020.

Kasus perusakan yang terjadi pada Senin, 8 Juni 2020 sore tersebut membuat para santri mengalami trauma. ‘’Para santri melihat alat berat merusak gapura ponpes,’’ katanya. Dan hal itu menimbulkan trauma cukup dalam bagi para santri.

Iklan

‘’Pengelola pondok tidak ada masalah dengan pelaku perusakan itu sebelumnya,’’ lanjutnya.

Kasus ini mendapat atensi dari para kader Partai Gelora Lombok Timur. ‘’Kami sebenarnya berdiri di atas aturan. Kalau memang ada persoalan perusakan yang merupakan tindak pidana, maka tentu kita mendorong agar aparat menegakkan aturan tersebut,’’ kata Ketua DPD Partai Gelora Lotim, TGH. AM Mukmin, LC didampingi Sekretaris Muhammad Hanafi, QH dan Ketua Bidang Advokasi dan Hukum, M. Awaluddin Nur, S.Sos.

Dikatakan, para kader partai akan terus memonitor perkembangan atas laporan yang telah disampaikan pengurus ponpes kepada kepolisian. Tersangka pelaku perusakan diduga menggunakan alat berat atau ekskavator yang sehari-hari digunakan menambang material di lahan yang berdekatan dengan tanah milik ponpes.

Yang harus dipahami, kata mereka, yakni keberlangsungan proses belajar-mengajar di ponpes tersebut. ‘’Sebab para santri merasa terganggu dengan kegiatan penambangan yang dilakukan di sana,’’ katanya seraya mempertanyakan apakah penambang tersebut memiliki izin penambangan atau tidak.

Kasat Reskrim Polres Lombok Timur, AKP Daniel P Simangunsong, S.IK kepada media menerangkan, pihaknya telah menerima laporan perusakan tersebut.

‘’Sedang kami tindaklanjuti,’’ katanya. Pihaknya tengah mengumpulkan data atau bukti-bukti atas kasus tersebut. ‘’Saksi kami periksa Senin,’’ tandasnya. (038)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here