Laporan Hasil Reses I DPRD Sumbawa Tahun 2020 Dapil I, II dan III

Suasana rapat paripurna DPRD Sumbawa, dengan agenda penyampaian laporan hasil reses, Rabu, 26 Februari 2020. Tampak Nyoman Wisma juru bicara Dapil II menyampaikan laporan hasil reses.(Suara NTB/ist)

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Rapat paripurna DPRD Sumbawa, dengan agenda penyampaian Laporan Hasil Reses I Anggota DPRD Kabupaten Sumbawa, tahun 2020, Rabu, 26 Februari 2020. Untuk Daerah Pemilihan (Dapil) I, Dapil II dan Dapil III, sejumlah aspirasi masyarakat disampaikan. Berkaitan dengan bidang fisik, ekonomi, pendidikan sosial budaya dan kesehatan.

Juru bicara Dapil I, Ridwan S.P, menyampaikan, reses pada tiga kecamatan di Dapil I, Sumbawa, Moyo Utara dan Moyo Hilir, dilaksanakan pada 17-19 Februari 2020. Dalam menjaring aspirasi masyarakat sesuai dengan hajat hidup mereka, baik secara individu maupun secara kelompok. Pasal 2 Ayat (4) huruf d UU Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional yang mengamanatkan salah satu tujuan Sistem Perencanaan Pembangunan adalah mengoptimalkan partisipasi masyarakat, yang harus diikutsertakan dalam proses perencanaan pembangunan. Jaminan keikutsertaan masyarakat dalam penyusunan kebijakan atau perencanaan pembangunan daerah diatur juga dalam Tata Tertib DPRD.

Iklan

Lebih penting lagi, masyarakat peduli dan mempunyai rasa memiliki atas kegiatan pembangunan di wilayahnya. Ketika aspirasi mereka diakomodir didalam APBD. Semua masukan, dan harapan yang disampaikan masyarakat akan dituangkan dalam penyusunan Pokok Pokok Pikiran DPRD Kabupaten Sumbawa sebagai bagian dari proses penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD). Semua aspirasi masyarakat dijadikan sebagai salah satu bahan dalam penyusunan RKPD. Agar dapat ditampung dan dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah. Beberapa aspirasi yang diserap, dijabarkan ke dalam bidang fisik sarana dan prasarana, bidang eonomi, bidang pendidikan, sosial budaya dan kesehatan.

Untuk bidang fisik sarana dan prasarana, diantaranya meliputi pembangunan dan perbaikan talud/bronjong, pengaman tebing, pemasangan jaringan PDAM, pembangunan jalan lingkungan, pembangunan jalan usaha tani, pembangunan hotmix jalan, pembangunan TK, Masjid, Mushallah  dan TPQ. Kemudian, pemasangan paving block, pemasangan lampu penerangan jalan, pembangunan jembatan/jembatan limpas, pembuatan sumur bor, normalisasi sungai, pembuatan dan perbaikan drainase, saluran irigasi, cekdam, pembangunan balai pertemuan/gedung serba guna dan pembangunan jalan wisata. Bidang ekonomi meliputi, pengadaan alat-alat pertanian, perikanan, bibit ternak, benih berkualitas, pengadaan terop dan kursi, pengadaan mesin diesel, mesin pompa air. Kemudian, pengadaan motor tiga roda,  pembangunan jaringan listrik, bantuan dana atau modal usaha bagi kelompok masyarakat dan lainnya.

Sedangkan bidang pedidikan, sosial budaya dan kesehatan, diantaranya, pemberdayaan pemuda dan karang taruna, pemberdayaan perempuan serta PKK, pembentukan kelompok pengajian, Pemberian Insentif Guru Honor dan PTT, Bantuan untuk Hukum masjid, Pengadaan laboratorium komputer sekolah, sarana olahraga, pembangunan WC dan Kamar Mandi Sekolah, pembangunan PAUD,  renovasi cagar budaya dan tempat pariwisata. Serta penambahan alat kesehatan puskesmas, dan postu.

Dapil II melalui juru bicaranya, I Nyoman Wisma, melaporkan, anggota DPRD dari Dapil II melaksanakan reses pada  8 kecamatan.  Yakni Kecamatan Lape, Kecamatan Lopok, Kecamatan Lantung, Kecamatan Ropang, Kecamatan Lenangguar, Kecamatan Lunyuk, Kecamatan Orong Telu dan Kecamatan Moyo Hulu. Beberapa aspirasi yang berkembang di masyarakat, terkait dengan beberapa infrastruktur vital seperti jalan dan jembatan, dan juga aspirasi disektor pendidikan, kesehatan, kependudukan, pelayanan, pertanian dan peternakan. Untuk kemudian dapat diakomodir dalam bentuk program kerja yang nantinya diharapkan dapat diimplementasikan dalam bentuk program dan kegiatan Perangkat Daerah pada penganggaran tahun rencana.

Secara umum, lanjut Wisma, sebagian besar aspirasi masyarakat lebih mengarah kepada bentuk fisik. Sebab dinilai manfaatnya dapat dilihat dan dirasakan langsung oleh masyarakat. Seperti pembuatan jalan, jembatan, pengadaan alat mesin pertanian (alsintan) serta dalam bentuk lainnya. Reses dihadiri Kepala Desa, Perangkat Desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), dan seluruh komponen masyarakat. Tak jauh beda, dengan aspirasi yang terserap di Dapil I, pada Dapil II juga meliputi Bidang sarana dan prasarana, Bidang ekonomi dan Bidang pedidikan, sosial budaya dan kesehatan. Diantaranya, pendirian SMA di Kecamatan Lantung, Pengadaan Komputer untuk Sekolah, pemberian dan penambahan fasilitas ibadah, penambahan alat kesehatan, puskesmas, Postu dan Posyandu. Pemberian penanganan khusus bagi penyandang cacat dan orang yang mengalami gangguan kejiwaan. Pemberian bantuan dana untuk pengembangan lembaga baik lembaga pendidikan maupun lembaga sosial, yayasan, dan sekolah negeri maupun swasta serta pembebasan lahan untuk tanah makam.

Aspirasi yang hampir sama juga ditemukan di Dapil III, meliputi wilayah, Tarano, Empang, Plampang, Labangka, Maronge. Sebagaimana disampaikan juru bicaranya, Hj. Jamilah, Bidang Fisik diantaranya, pembangunan hotmix dari dusun Sepayung dalam menuju dusun Buin Rare desa Sepayung kecamatan Plampang sepanjang kurang lebih 3 Kilometer. Pembangunan jalan lingkungan, pembangunan jalan usaha tani, pembangunan jembatan/jembatan limpas dan lainnya. Bidang ekonomi diantaranya, pengadaan alat mesin pertanian, peralatan penunjang budidaya perikanan, pengadaan mesin diesel, transplantasi terumbu karang, pengadaan benih berkualitas dan lainnya. Bidang Pendidikan, Sosial Budaya dan Kesehatan, diantaranya, pembangunan tembok dan lokal sekolah mulai dari PAUD, SD hingga SMP, pembangunan tempat ibadah, renovasi atau pemeliharaan cagar budaya dan lainnya. (arn/*)