Lapangan Kerja Terbatas, Industri Mesti Dihadirkan di Sumbawa

Suasana dialog antara pemimpin dengan masyarakat dalam kegiatan bertajuk Jumpa Bang Zul yang digelar di Halaman Kantor Bupati Sumbawa, Jumat, 2 November 2018. (Suara NTB/arn)

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Tuntutan tenaga honorer perawat dan Guru Tidak Tetap (GTT)/PTT di Kabupaten Sumbawa untuk diangkat menjadi PNS, menjadi masalah yang juga terjadi secara nasional. Pemerintah baik provinsi maupun kabupaten/kota kesulitan mengakomodir mereka karena terkendala aturan. Hal ini menjadi alasan pentingnya kehadiran industri dan memperbanyak investasi. Agar tersedia pekerjaan bagi masyarakat.

Demikian disampaikan Gubernur NTB, Dr.H.Zulkieflimansyah, SE.M.Sc dalam acara Jumpa Bang Zul di Kantor Bupati Sumbawa, Jumat, 2 November 2018. Terkait aspirasi warga khususnya GTT yang ingin diakomodir, saat ini pemerintah daerah memang terbentur regulasi yang tidak memungkinkan seluruh pegawai honorer untuk diangkat.

Iklan

Sementara itu, di sisi lain, mereka butuh pekerjaan. Sekarang ini menjadi pegawai seperti guru juga butuh kompetensi. ‘’Jatah PNS hanya sekitar 3000, tetapi yang tersedia hingga 7000. Sayangnya hanya sekitar 500 yang lulus passing grade. Sementara sekarang ini kompetensi dibutuhkan,’’ sebutnya.

Karena itu, pemerintah mesti berpikir untuk lebih banyak mendatangkan investasi. Menjadi sinyal bagi pemerintah untuk menghadirkan industri. Agar anak muda memiliki pilihan lain dalam bekerja, tidak semata-mata hanya ingin menjadi PNS.

Bupati Sumbawa, H. M. Husni Djibril, B.Sc, juga sudah berupaya memperjuangkan tenaga honorer baik perawat maupun GTT/PPT. Dengan bersurat secara resmi ke pemerinah pusat agar memberikan ruang untuk mengakomodir para honorer ini. Mengingat sampai saat ini, daerah tidak memiliki kewenangan untuk memberikan mereka SK pengangkatan. ‘’Kita tidak berani mengeluarkan SK, karena ini melanggar hukum,’’ ujarnya. (arn)