Lapak PKL di Praya Ditertibkan

Aparat Satpol PP Loteng merobohkan lapak atau warung yang mengesankan kumuh di pinggir ruas jalan kota Praya, Jumat, 27 September 2020.(Suara NTB/kir)

Praya (Suara NTB) – Sejumlah lapak dan warung milik Pedagang Kaki Lima (PKL) di sekitar kawasan kantor PDAM Praya, ditertibkan aparat Satpol PP Lombok Tengah (Loteng), sejak Jumat, 25 September 2020. Lapak PKL tersebut tak terurus serta terkesan kumuh, sehingga merusak kenyamanan sertan keindangan pemandangan kota.

“Area lapak PKL ini sebenarnya sudah sejak lama hendak ditertibkan. Tetapi baru kali ini bisa ditertibkan,” kata Kasat Pol PP Loteng, Drs. H. Lalu Aknal Afandi, Sabtu, 26 September 2020. Sebelum ditertibkan, pihaknya sudah melakukan pendekatan, dengan memberikan penjelasan kepada PKL setempat.

Iklan

Bahwa lokasi lapak tersebut sudah tidak representatif lagi serta kumuh. Lokasi tersebut juga memang bukan diperuntukkan sebagai tempat berjualan. Sehingga harus ditata dan dirapikan. Setelah diberikan penjelasan, akhirnya para PKL sepakat untuk ditertibkan. “Jadi sebelum menertibkan PKL, kita lakukan pendekatan secara kekeluargaan dulu. Supaya tidak memicu gejolak,” jelasnya.

Selain warung makan, di area tersebut terdapat bengkel yang sudah berdiri sejak puluhan tahun yang lalu. Namun harus ditertibkan karena berdekatan dengan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Muhajirin yang dalam waktu dekat ini bakal ditata dan diperluas oleh pemerintah.

Sebagai gantinya, pemerintah daerah sudah menyiapkan lokasi tempat berjualan yang lain bagi PKL tersebut. Yang tentunya lebih nyaman dan reprensentatif, jika dibandingkan dengan lokasi sebelumya. Dengan begitu, PKL tersebut tidak kehilangan mata pencarian maupun pelanggannya.

“Kita akui PKL tersebut punya banyak pelanggan. Lokasi lama kita tertibkan dan kita persilakan membuka usaha di lokasi yang sudah dipersiapkan bagi PKL oleh pemerintah daerah,” tambahnya.

Sehingga nantinya lokasi PKL bisa terkonsentrasi di satu kawasan. Tidak terpencar yang justru bisa mengganggu dan merusakan keindahan kota. Tidak kalah penting bisa lebih mudah diawasi dan dikontrol. “Jadi sebelumnya kita menertibkan PKL, sudah ada lokasi lain yang disiapkan. Sehingga PKL tersebut tidak mati usahanya,” tandas Aknal. (kir)