Lapak Kuliner Pelabuhan Ampenan Diusut, Walikota Minta Pejabat Kooperatif

Lapak kuliner di eks pelabuhan Ampenan hingga kini belum ditempati, menyusul belum rampungnya pengusutan terhadap dugaan kerugian negara dalam pengerjaan proyek ini. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh mengaku belum menerima laporan terhadap pengusutan lapak kuliner di eks Pelabuhan Ampenan. Kendati demikian, proses hukum harus dihadapi dan pejabat yang diperiksa diminta kooperatif. “Saya belum terima laporan soal itu. Coba nanti saya cek dulu,” timpal Walikota ditemui Jumat, 23 Oktober 2020.

Lapak kuliner Ampenan dibangun tahun 2019 lalu. Anggarannya berasal dari dana alokasi khusus (DAK) Kementerian Pariwisata mencapai Rp3,6 miliar. Lapak pedagang dikerjakan rekanan pemenang tender dengan nilai penawaran Rp2,4 miliar lebih. Pintu masuk diusutnya proyek itu dari hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang menemukan kekurangan volume. Selain itu, pengerjaan lapak kuliner terjadi deviasi tiga persen.

Iklan

Setelah diserahterimakan dari rekanan ke Dispar Kota Mataram, 97 lapak itu belum ditempati hingga kini oleh pedagang alias mangkrak. Kasus ini pun harus diselesaikan secara tuntas. “Iya, biarkan diselesaikan dulu,” ucapnya.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram, H. Nizar Denny Cahyadi dikonfirmasi sebelumnya menyampaikan, pemeriksaan lapak kuliner di pelabuhan Ampenan sebenarnya sudah dimulai bulan Maret lalu. Satu orang stafnya yakni Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Wisata telah diminta keterangan, termasuk satu pegawai dari Bagian Pengadaan Barang dan Jasa.

Dokumen pelaksanaan pekerjaan juga telah diserahkan, termasuk bukti kuitansi pembayaran mulai dari perencanaan sampai akhir pekerjaan. “Semua sudah kita serahkan. Iya, tidak ada masalah,” kata Denny.

Awal mula pemeriksaan dari kekurangan pekerjaan tiga persen. Dari hasil audit ditemukan potensi kerugian negara mencapai Rp50 juta lebih. Denda keterlambatan itu kata Denny, sudah disetorkan melalui temuan BPK. “Bukti setornya sudah kita berikan ke BPK,” sebutnya.

Pasca serahterima hasil pekerjaan dari rekanan ke Dispar, lapak pedagang belum ditempati oleh pedagang. Denny mengatakan, lapak kuliner sedang diperiksa oleh Polresta Mataram. Pihaknya ingin fokus menyelesaikan satu persatu dulu. “ Iya, kita tunggu pemeriksaan dulu lah. Nanti kita sudah mulai isi terus ada pemeriksaan, akan berbeda lagi hasil pemeriksaannya,” tandasnya.

Denny tidak mempersoalkan pemeriksaan tersebut. Bahkan, ia meminta pegawai Dispar yang diminta keterangan kooperatif menjawab atau memenuhi permintaan penyidik. (cem)