Lantik 28 Anggota Baru DPD HAPI NTB, Elza Syarief Merasa Bangga

Ketua Umum DPP HAPI, Dr. Hj. Elza Syarief, saat melantik 28 advokat DPD HAPI di di Hotel Lombok Raya, Mataram, Senin, 27 Febuari 2017.

Mataram (suarantb.com) – Pelantikan 28 advokat Dewan Pimpinan Daerah Himpunan Advokat Indonesia NTB (DPD HAPI) diselenggarakan di Hotel Lombok Raya, Ruang Gili Meno, Kota Mataram. Dalam sambutannya, Ketua Umum DPP HAPI, Dr. Hj. Elza Syarief, SH, MH, menyampaikan, kita perlu bangga terhadap HAPI.

“Perlu bangga, karena HAPI menjadi satu – satunya organisasi advokat yang mendapat penghargaan di dunia internasional. World peace and restoration life, ujarnya, Senin, 27 Febuari 2017 sekitar pukul 22.00 Wita di mimbar HAPI.

Iklan

World Peace and Restoration Life Award merupakan penghargaan internasional yang diberikan kepada HAPI dan menjadi duta besar dari perdamaian dunia dan penghentian perang. Dari 287 negara, perwakilan dari 70 negara menjadi wakilnya membuat konsep dan Undang-Undang perdamaian perang yang nantinya akan diajukan ke PBB tahun ini.

Selain itu, Ketua Umum HAPI ini juga menekankan bahwa menjadi anggota HAPI jangan menjadi seseorang yang hanya berani ketika berada tuan rumah sendiri.

“HAPI ini satu-satunya organisasi advokat. Jadi jangan jago kandang, selain regional, nasional dan internasional, kita harus maju. Kita tidak boleh terlindas baik di daerah maupun lintas daerah hingga Negara,” sambungnya.

Bukan hanya itu saja, pengacara kondang ini juga menambahkan, untuk mempertahankan organisasi HAPI dengan baik, anggota harus memiliki kebanggaan sehingga dapat mejunjung tinggi anggaran dasar dari HAPI dalam melaksanakan tugas sebagai advokat.

“Harus gak melanggar aturan hukum yang ada. Karena kita kerja di ranah instansi  hukum. Jangan ada pelanggaran hukum,” imbuhnya.

Dari delapan organisasi pendiri dari Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi), HAPI tercatat di Undang-Undang Advokat dan sudah terdaftar di Kementrian Hukum dan HAM. Sehingga, organisasi ini merupakan organisasi yang legal dan bukan organisasi masyarakat biasa.

Dalam akhir sambutannya, Elza juga menyampaikan, bahwa seperti dirinya, selaku ketua HAPI yang merangkap sebagai advokat, praktisi , dan, akademisi, para anggota HAPI juga harus membawa HAPI hingga ke dunia internasional. Selain itu, dalam masyarakat HAPI harus menjadi organisasi yang kuat sehingga tidak mudah dikalahkan.

“Di masyarakat harus punya organisasi gak bisa sendiri, bisa dilibas. Organisasi harus kuat, maka semua orang harus punya sense of belonging terhadap organisasi kita,” pungkasnya. (hvy/dea/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here