Lantaran Berceloteh di Facebook, Seorang IRT Jadi Tersangka

Mataram (suarantb.com) – Seorang warga Karang Jangkong, Kecamatan Cakranegara, Mataram ditetapkan menjadi tersangka. Penetapan tersangka tersebut merupakan buntut dari kicauan Ibu Rumah Tangga (IRT) berinisial NSP yang mengkritisi pendirian sebuah hotel di Mataram yang menggunakan kalimat mengandung unsur provokasi.

Penetapan tersangka merupakan tindaklanjut dari proses penyidikan tiga warga Karang Jangkong lainnya yang terlebih dulu ditetapkan sebagai tersangka, yakni I Gusti Ngurah Wisnu, I Komang Narayasa, dan I Bagus Lingsarte. Namun, pada Selasa 13 September 2016 ini, ketiganya resmi ditangguhkan penahanannya.

Iklan

Kasubdit II Cyber Crime Ditreskrimsus Polda NTB, AKBP Darsono Setyo Adjie, membenarkan penahanan terhadap IRT tersebut. Menurutnya, penahanan terjadi pada Jumat 9 September 2016, akibat dugaan status berisi provokasi yang ditulis NSP.

“Kemarin ditetapkan satu orang lagi tersangka. Pada saat pemanggilan hari Jumat, kita langsung melakukan penahanan,” ujar Darsono saat ditemui di Mapolda NTB. Ia menambahkan, NSP ditahan lantaran dugaan melakukan provokasi melalui akun Facebooknya. “Dia tulis status postingan tersendiri, dan memuat status berisi provokasi,” tambahnya.

Sementara menurut Darsono, pasal yang disangkakan terhadap NSP yakni pasal 27 ayat (3) atau pasal 28 ayat (2) undang-undang nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Sementara salah seorang warga Karang Jangkong, Nyoman Widane yang ditemui saat bersama warga melakukan upaya penangguhan penahanan terhadap NSP, menjelaskan bahwa status NSP yang ditulis melalui facebook tidak bersifat provokasi.

“Komentarnya padahal datar saja, tapi dianggap provokasi. Padahal (NSP) tidak menyebutkan nama. Namun tetap kami ajukan penangguhan penahanan,” ujar Widane. (szr)