Lansia di Taman Ayu Dibantu NGO

Pemdes Taman Ayu bersama lembaga luar negeri menyerahkan bantuan kepada lansia dan difabel, Jumat, 20 Agustus 2021.(Suara NTB/ist)

Giri Menang (Suara NTB) – Pemdes Taman Ayu, kecamatan Gerung, Lombok Barat (Lobar) dibantu oleh lembaga luar negeri untuk membantu penanganan kaum difabel dan warga lanjut usia yang kurang mampu di desa itu. Satu dusun di daerah itu dijadikan pilot project untuk ditangani oleh lembaga non pemerintah (NGO) dari Belanda tersebut.

Kepala Desa Taman Ayu, Tajuddin mengatakan dalam penanganan warga kurang mampu dan difabel hampir setahun terakhir pihaknya dibantu Alzheimer Indonesia (ALZI), salah satu lembaga sosial dari Belanda. “Sejak setahun terakhir lembaga ini membantu desa menangani warga tak mampu, lansia dan kaum difabel,” jelas Tajuddin, Jumat, 20 Agustus . Bentuk intervensinya, NGO ini lebih banyak program kesehatan.

Iklan

Mereka juga memberikan semacam kegiatan pendampingan untuk membuat lansia dan difabel senang dan bahagia untuk meningkatkan imun. “Mereka juga diberikan paket bantuan untuk membantu kebutuhan selama pandemi ini,” ujarnya. Untuk daerah sasaran, di Dusun Taman. Warga juga difasilitasi untuk theraphy. Namun karena Corona, program ini ditunda. Selain itu, rencananya lembaga ini akan membangun MCK komunal.

Selain dibantu NGO, pihaknya juga dibantu oleh pihak PLTU Jeranjang berupa paket sembako di masa Pandemi ini. Semua warga desa itupun bisa disasar untuk diberikan bantuan sembako. Sedangkan program dari desa sendiri memberikan warga BLT DD untuk 160 orang lansia dan difabel. Penetapan penerima bantuan ini melalui rapat Musdes dan diputuskan bersama baik dengan pemdes, kadus dan BPD.

Mereka inipun sudah disaring, baik yang sudah mendapatkan BST, PKH dan bantuan lainnya.  Meskipun sempat terkendala KTP dari lansia, namun sudah diselesaikan berkoordinasi Dukcapil dengan mengadakan pelayanan Adminduk di kantor desa. Artinya desa dan Dinas terkait melakukan jemput bola. Lansia yang notebene tak memiliki Adminduk inipun sangat berbahagia, karena tumben disentuh bantuan akibat terkendala Adminduk. Kondisi mereka memperihatinkan karena ada tidak bisa jalan.

Untuk mendukung pelayanan bagi kaum difabel dan lansia ini, pihak desa akan menyiapkan sarana prasarana seperti kursi roda dan sarana pelengkap lainnya di kantor desa. “Kita juga buatkan surat kuasa agar bantuan bisa diambi oleh keluarga,” ujarnya. Upaya Pemda mengarahkan BLT D untuk kaum difabel dan lansia. Serta banyak bantuan dari NGO, PLTU dan para pihak luar yang membantu kaum difabel serta lansia ini jelas dia, untuk mendukung program SDGs (Sustainable Development Goals). (her)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional