Langgar Prokes, ASN Terjaring Operasi Yustisi

Aparatur sipil negara yang terjaring operasi yustisi yang digelar di Kabupaten Sumbawa, Senin, 22 Februari 2021.(Suara NTB/ind)

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Satpol PP bersama TNI/Polri terus melakukan operasi yustisi penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan di Sumbawa. Dalam operasi yang digelar Senin, 22 Februari 2021, puluhan orang terjaring tidak menggunakan masker saat berkendara. Beberapa diantaranya adalah Aparatur Sipil Negara (ASN).

Kasat Pol PP Sumbawa yang dikonfirmasi melalui Kabid Linmas, Sarifah, S.Sos., M.Si membenarkan hal tersebut. Dari 22 orang yang terjaring, 11 diantaranya diberikan sanksi sosial, 10 diberikan peringatan dan 1 diberikan sanksi administrasi. Para pelanggar ini ada pula yang menggunakan pakaian dinas. “Ada yang pakai pakaian dinas tiga orang. Satu orang sanksi administrasi membayar denda dan dua orang sanksi sosial dengan menyapu taman,” ujarnya.

Iklan

Pihaknya sangat menyayangkan adanya ASN yang terjaring tidak menggunakan masker. Karena seharusnya memberikan contoh kepada masyarakat terhadap penerapan protokol kesehatan. Sehingga pihaknya berharap ke depan tidak ada lagi pegawai negeri, tenaga kontrak maupun honor yang melanggar protokol kesehatan. “Harapan kita teman-teman ASN baik pegawai negeri, tenaga honor maupun kontrak, mereka sebagai corong dalam masyarakat untuk penegakan protokol kesehatan ini,” terangnya.

Terhadap pelanggar, jelasnya, sanksi yang diberikan sesuai dengan Peraturan Bupati (Perbup). Seperti sanksi administrasi denda Rp 150 ribu, sanksi sosial membersihkan lingkungan di lokasi operasi. Sedangkan sanksi surat peringatan bagi pelanggar yang membawa masker tetapi tidak digunakan. “Harapan kami agar ada efek jera dan tetap diingat bahwa prokes ini wajib hukumnya dilaksanakan di Sumbawa,” sebutnya.

Adapun pelanggar dalam operasi yustisi kali ini diakuinya yang paling rendah dibandingkan operasi sebelumnya. Karena sebelumnya dalam sehari bisa mencapai seratusan pelanggar. Artinya sudah banyak yang disiplin dan patuh terhadap protokol kesehatan. Ke depannya operasi yustisi ini tetap terus dilakukan dengan harapan masyarakat lebih disiplin mematuhi protokol kesehatan. Sehingga dapat tercapainya tujuan pemerintah dalam rangka memutus mata rantai penyebaran covid-19 di Kabupaten Sumbawa. Tentunya untuk mewujudkannya, membutuhkan kerja sama semua pihak. “Harapan kami Sumbawa cepat menjadi zona hijau, dan kita semua bisa lebih bebas beraktivitas. Anak-anak sekolah juga lebih tenang bersekolah dan semua aktivitas. Apalagi ini menjelang masuk bulan suci Ramadhan, harapan kita bisa puasa, tarawih secara bersama dengan bebas covid-19,” tandasnya.(ind)

Advertisementfiling laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional