Lampu Taman Dicuri, Kerugian Capai Rp 12 Juta

Mataram (suarantb.com) – Beberapa lampu taman di sekitar Islamic Center lenyap diambil pencuri. Berdasarkan laporan yang telah diterima oleh Dinas Pertamanan Kota Mataram, jumlah lampu yang lenyap sebanyak enam unit. Dari keenam unit lampu tersebut diperkirakan kerugian mencapai Rp 12 juta, sebab harga bola lampu taman di dalam kotak tersebut seharga Rp 2 juta.

Kepala Dinas Pertamanan Kota Mataram, H. M. Kemal Islam mengaku baru mendapatkan laporan hilangnya lampu lampu tersebut pada Rabu, 14 Desember 2016, dari petugas patroli Dinas Pertamanan Kota Mataram.

Iklan

Rupanya, kotak lampu tersebut dilubangi di bagian belakang sehingga tidak disadari hilangnya. Belum diketahui pasti kapan pembobolan lampu-lampu tersebut terjadi, sebab jika dilihat dari badan jalan, kotak-kotak lampu tersebut nampak normal.
“Saya baru tahu itu, dari satgas saya yang keliling di situ, rupanya itu dibolongi dari belakang. Jadi ndak kelihatan,” terang Kemal.

Kemal memaparkan, biaya pembuatan satu ornamen lampu taman tersebut sekitar Rp 7 juta. Namun karena kotak lampu tak mengalami kerusakan, kerugian yang dialami hanya dari lampu-lampu yang hilang.

Kemal mengatakan hal tersebut terjadi sebab kurangnya kesadaran masyarakat terhadap ornamen-ornamen milik Kota Mataram. Sedangkan pengawasan dari Satgas Dinas Pertamanan Kota Mataram sangat terbatas, hanya ada 20 petugas yang mengawasi taman-taman yang ada di Kota Mataram, sementara jumlah taman cukup banyak. Akibatnya sekalipun Satgas tersebut bekerja dengan baik, akan tetapi pengawasan di tiap-tiap titik tidak bisa dilakukan dengan maksimal setiap 24 jam.

Kemal sendiri menduga, pencuri lampu-lampu tersebut adalah orang-orang yang memang sudah ahli di bidang teknis. Sehingga dapat dengan mudah memutus sambungan-sambungan LED di dalam kotak lampu taman tersebut.

“Kalau orang ndak ahli, kan ndak mungkin bisa memutuskan sekian banyak sambungan-sambungan lampu itu. Apalagi membuka box-nya itu, agak sulit,” ungkapnya.

Sementara ini, Kemal belum memutuskan tindakan yang akan dilakukan untuk menindak lanjuti kejadian tersebut. Ia mengatakan masih melakukan pemeriksaan di beberapa titik dan ornamen-ornamen taman Kota Mataram lainnya yang juga hilang.

Setelah itu, Kemal dapat memutuskan untuk melakukan laporan ke penegak hukum terkait hilangnya ornamen-ornamen milik Kota Mataram.

Selain itu, Dinas Pertamanan Kota Mataram pun akan segera mengganti fasilitas-fasilitas yang rusak dan hilang tersebut, dengan meningkatkan pula pengawasan di tiap taman di Kota Mataram. (rdi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here