Lampaui Rata-rata Nasional, NTB Siapkan Langkah Tekan Kasus Kematian Pasien Covid-19

Nurhandini Eka Dewi (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Tingkat kematian pasien Covid-19 di NTB menjadi atensi Pemerintah Pusat karena masih berada di atas rata-rata nasional. Tingkat kematian pasien Covid-19 secara nasional sebesar 3,95 persen, sedangkan NTB sebesar 5,92 persen.

Pemprov NTB menyiapkan beberapa langkah untuk dapat menekan kasus kematian pasien Covid-19. ‘’Kita melakukan beberapa langkah kaitan dengan penurunan kasus kematian,’’ ujar Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) NTB, dr. Nurhandini Eka Dewi, Sp.A, dikonfirmasi di Kantor Gubernur, Jumat, 18 September 2020.

Iklan

Eka mengatakan, pihaknya menyurati kabupaten/kota dan Puskesmas. Agar melakukan penelusuran lebih awal terutama kepada kelompok yang memiliki risiko tinggi.

‘’Surat itu berisikan soal tracing yang lebih efektif, tracing lebih awal dan menjaga orang-orang yang berisiko tinggi, itu ditujukan ke Puskesmas,’’ kata Eka.

Pihaknya menyurati Puskesmas untuk melakukan tracing lebih awal karena di sana ada Posyandu Keluarga, Kelompok Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) dan Perawatan Kesehatan Masyarakat (Perkemas).

‘’Kelompok rentan dan berisiko tinggi itu yang kita minta dijaga. Karena mereka ada datanya di Puskesmas,’’ ujarnya.

Ia meminta masyarakat jika sakit jangan takut datang ke Puskesmas. Supaya penyakitnya dapat segera ditangani. Jangan sampai datang ke Puskesmas atau rumah sakit setelah penyakitnya parah.

‘’Kalau orang takut datang ke Puskesmas,  itu kita pakai Perkesmas. Kunjungan rumah dari Puskesmas. Itu kita aktifkan sekarang,’’ tandas Eka.

Dalam rapat evaluasi penanganan Covid-19, beberapa hari lalu,  Asisten I Setda NTB, Dra. Hj. Baiq Eva Nurcahyaningsih,M. Si  menyampaikan, strategi Pemprov dalam mempercepat penanganan kesehatan yang difokuskan pada tiga strategis utama.

Pertama, proteksi diri dengan gerakan hidup bersih dan sehat, gerakan maskerisasi dengan pembagian masker gratis kepada seluruh lapisan masyarakat. Begitu juga kegiatan sosialisasi masif melalui media sosial, spanduk, radio, TV dan lain-lain.

Kedua, deteksi dini dengan menyediakan 5 laboratorium uji dan penyediaan 30 rumah sakit penanganan Covid-19. Tidak hanya itu, kegiatan cegah dan deteksi migrasi pada pintu masuk perbatasan dengan menyediakan rapid test di setiap pelabuhan maupun bandara terus ditingkatkan.

Ketiga adalah respons, pemerintah telah menyiapkan 20 tempat karantina dan isolasi yang tersebar di seluruh NTB. Selain itu, kegiatan tracing kontak atau kelompok risiko terus dilakukan. Begitupun kegiatan pencatatan dan pelaporan kasus-kasus baru sesuai standar operasional yang berlaku.

Dikes NTB mencatat, dari 3.026 kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di NTB, sebanyak 179 pasien meninggal dunia. Kasus kematian terbanyak di Kota Mataram sebanyak 83 orang. Kemudian, Lombok Barat 48 orang, Lombok Timur 16 orang, Lombok Tengah 12 orang. Kabupaten Sumbawa 9 orang, Lombok Utara 4 orang, Sumbawa Barat, Dompu dan Bima masing-masing 2 orang dan Kota Bima satu orang. (nas)