Lama Mangkrak, MWP Akhirnya Diresmikan

Mataram (Suara NTB) – Setelah lama mangkrak, kolam renang Mataram Water Park (MWP) diresmikan Rabu, 21 Februari 2018. Pelaksana tugas (Plt) Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana berharap MWP dimanfaatkan maksimal, tidak ingin aset dibangun dengan anggaran miliar kembali mangkrak.

“Aset ini selalu jadi polemik. Kita sibuk mencari alasan – alasan. Jangan sampai bikin saya malu. Saya yang resmikan kemudian mangkrak lagi,” tegas Mohan.

Iklan

Dia memandang kebiasaan selama ini terjadi bahwa pemerintah pandai dan senang membangun. Tetapi nyatanya ketika rampung dan diresmikan, justru pemanfaatannya jadi persoalan.

Terhadap MWP ini tentu akan jadi atensi supaya ke depan tidak jadi seperti itu. Kolam renang berada di kompleks Taman Udayana harus jadi ikon. Dikatakan, letaknya yang strategis tidak saja sebagai wahana rekreasi, tetapi edukasi serta menggerakkan ekonomi masyarakat di sekitarnya. “Saya rasa ini akan jadi sumber PAD,” ucapnya.

Delapan tahun tidak dimanfaatkan, Pemkot memberikan peluang bagi investor untuk mengelola aset tersebut. Setelah melihat ketidakseriusan pengusaha, maka ia mengambil kebijakan menutup peluang bagi investor mengelola aset tersebut.

Pengoperasian dikelola secara mandiri meskipun kondisi anggaran terbatas. “Karena investor berlarut – larut. Saya putuskan stop saja peluang pengelolaan investor,” tandasnya. Kekurangan fasilitas pendukung lainnya secara bertahap akan disempurnakan. Karena, tidak menutup peluang MWP bisa beroperasi pada malam hari.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Amran M. Amin menyampaikan, pengoperasian MWP berdasarkan SK Walikota Nomor 470/III/2017 tentang penetapan status aset Kota Mataram diperuntukkan sebagai kolam renang. Tujuan pengoperasian dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai wahan rekreasi. Di samping peningkatan prestasi atlet baik skala regional dan nasional.

“Kami bekerjasama dengan guru olahraga. Mudah – mudahan ini menjadi lokasi pembinaan atlet ke depannya,” kata dia. Amran menyadari pengoperasioan MWP memiliki kekurangan sarana dan prasarana.

Ia mengupayakan akan berkoordinasi dengan OPD teknis, agar membantu melengkapi fasilitas penunjang lainnya untuk alasan keamanan dan estetika. “Kalau airnya sudah dicek oleh Dikes. Insya Allah, tidak ada masalah,” demikian ujarnya. (cem)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional