Lama Jadi Buron Polresta Mataram, Diduga Bandar Togel Akhirnya Ditangkap

Suasana penggeledahan rumah bandar togel kakap, Titi di Moncok Karya, Pejarakan Karya, Ampenan, Mataram Sabtu, 17 Oktober 2021.(Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Bandar togel kelas kakap, Titi alias SO (48) akhirnya mendekam di penjara. Keterlibatan penghimpun modal judi tebak angka ini terungkap dari penangkapan dua anak buahnya, Sabtu, 16 Oktober 2021. Ditemukan juga barang bukti sabu dari penggeladahan rumah Titi.

Kasatreskrim Polresta Mataram Kompol Kadek Adi Budi Astawa mengatakan, Titi mendapat setoran dari anak buah untuk setiap penjualan nomor togel eceran. “Kita dapatkan bukti buku rekap pembelian dan nota dari dia,” ucapnya di sela penggerebekan. Tim Puma yang dikerahkan lebih dulu menangkap Agus (37) dan Kocet (41). Keduanya digerebek saat sedang bertransaksi jualan nomor togel di Karang Tangkeban, Cakranegara Selatan, Cakranegara, Mataram Sabtu sore lalu.

Iklan

“Dari dua orang ini kita temukan hasil rekap penjualan dan uang tunai Rp414 ribu. Setelah hasil penjualan ini direkap, hasilnya disetorkan ke bosnya yang di Ampenan tersebut,” bebernya. Bos yang dimaksud Agus dan Kocet yakni Titi. Tim Puma lalu melanjutkan penggerebekan ke rumah Titi di Moncok Karya, Pejarakan Karya, Ampenan, Mataram. Ditemukan barang bukti enam unit ponsel yang dipakai berkomunikasi transaksi togel.

Juga ada barang bukti sembilan bendel kertas rekapan nomor togel, empat buku nomor togel, dan tiga paito. Titi yang menyamarkan diri dengan membuka usaha batako ini tidak bisa mengelak. Kadek Adi menyebutkan, dalam penggerebekan rumah Titi itu juga ditemukan barang bukti terkait penyalahgunaan narkoba.

Tim Satresnarkoba Polresta Mataram kemudian turut diterjunkan. “Untuk kasus narkobanya sedang diselidiki terpisah,” sebutnya. Titi dan dua anak buahnya kini sudah diamankan dengan penyidikan dugaan pidana perjudian seperti diatur pasal 303 KUHP. Ancaman hukumannya pidana penjara paling lama tujuh tahun. “Kasus ini masih dalam pengembangan terkait kegiatannya selama ini,” tutup Kadek Adi. (why)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional