Lakukan Pendataan, Pemprov Ancam Cabut Izin Investor Abal-abal

Sumbawa Besar (suarantb.com) – Pemprov NTB melalui Badan Koordinasi Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu (BKPMPT) sedang mendata investor yang serius dan abal-abal di daerah ini. Baru-baru ini, BKPM RI telah mencabut 139 izin investasi atas rekomendasi dari Pemprov NTB.

“Pemda ramah investor tidak berarti kemudian kompromi yang berlebihan. Kami di provinsi sedang mendata mana investor yang serius dan abal-abal,” kata Kepala BKPMPT NTB, H. Chairul Mahsul, SH, MM dalam diskusi strategis dengan tema “Mewujudkan Investasi di Sumbawa yang Ramah dan Bersahabat”, di kantor Bupati Sumbawa, Sabtu, 3 Desember 2016.

Iklan

Chairul mengatakan, dari hasil pendataan itu nantinya investor akan dikelompokkan tiga kategori, yakni merah, kuning dan hijau. Investor yang masuk kotak hijau yakni realisasi investasinya berjalan sesuai dengan rencana investasi. Masuk kotak kuning, artinya, realisasi investasinya ada tetapi tak sesuai rencana investasi. Seangkan investor yang masuk kotak merah, yakni mereka yang realisasi invetasinya stagnan atau tidak serius sama sekali.

“Nah, yang merah ini sedang kami kaji apakah tidak melaksanakan investasi karena gangguan luar. Tetapi, kalau akibat internalnya sendiri, kita eksekusi, cabut izinnya. Ada 139 izin yang diterbitkan BKPM RI sudah dicabut dan kami akan terus merekomendasikan,” kata Chairul.

Chairul menambahkan, jika izin investasi terbit di kabupaten/kota, pemprov akan mengevaluasi dan tak segan-segan mencabutnya apabila tak serius. Pemprov, katanya, akan menyelematkan sumber daya alam yang ada supaya dimanfaatkan dengan serius.

“Tetapi mencabut itu saya lihat masalah terbesarnya ada di BPN. Sekarang kita cabut izin investasinya, dan masih punya sertifikat HGU yang belum berakhir. Bagaimana ini? seharzusnya memang ada pemahaman dan mindset yang sama antara BPN dengan Pemda,”tandasnya.

Terkait dengan realisasi investasi di NTB sampai dengan akhir semester I tahun 2016 sebesar Rp. 4.295.918.682.308,- . Terdiri dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dengan nilai investasi sebesar Rp. 184.607.178.908,- dan Penanaman Modal Asing (PMA) dengan nilai investasi sebesar US$. 295.777.806,- atau Rp. 4.111.311.503.400,- (Kurs 1 US$ = Rp. 13.900,-).

Realisasi investasi tersebut tersebar dalam sektor primer, untuk PMDN dengan nilai investasi sebesar Rp. 114.602.915.693,- . Sedangkan untuk PMA dengan nilai investasi sebesar US$. 274.382.524,-. Sektor sekunder, untuk PMDN dengan nilai investasi sebesar Rp. 6.052.886.663,- dan PMA dengan nilai nol. Sementara sektor tersier, untuk PMDN dengan nilai investasi sebesar Rp. 63.951.376.552,- sedangkan untuk PMA dengan nilai investasi sebesar US$. 21.395.282,-. (nas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here