Lakey Siap Go International di Tangan Ahyar-Mori

Dompu (Suara NTB) – Calon Wakil Gubernur NTB, H. Mori Hanafi, SE, M.Comm, menilai, Pantai Lakey di Dompu memiliki potensi yang luar biasa. Selain indah, pantai ini juga merupakan magnet bagi banyak peselancar dari berbagai belahan dunia.

Karena itulah, Mori yang tampil bersama Calon Gubernur NTB, TGH. Ahyar Abduh di Pilkada NTB, berkomitmen untuk memberikan dukungan terhadap pengembangan pantai ini. Mori meyakini, dengan dukungan dari berbagai pihak, Lakey bisa berkembang menjadi destinasi yang memakmurkan rakyat Dompu.

Iklan

Komitmen itulah yang ditegaskan Mori saat menyapa ribuan warga Dompu di Kecamatan Huu Rabu, 18 April 2018. Dalam kunjungannya, Mori mendapatkan sambutan bahagia dan antusias dari warga setempat. Yel-yel kemenangan dikumandangkan sambil mengangkat poster bergambarkan pasangan Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Nomor Urut 2 ini.

Fokus kunjungan kali ini adalah silaturahmi kepada Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan Tokoh Pemuda setempat sekaligus mendengarkan masukan dari para tokoh untuk strategi kemenangan pasangan Ahyar – Mori.

Selain itu, Mori Hanafi juga memohon dukungan semua lapisan masyarakat Kecamatan Kilo dan Kecamatan Huu, agar pada tanggal 27 Juni 2018, mencoblos nomer 2 untuk Gubernur dan Wakil Gubernur 2018-2023.

Tidak lupa pada kesempatan kampanye kali ini, Mori mengalungkan sorban hitam putih kepada beberapa tokoh yang berada di desa tersebut, sebagai tanda suci perjuangan NTB Untuk Semua.

Dalam perbincangan dengan warga Lakey, Mori Hanafi menegaskan komitmennya untuk membuat Lakey, pantai yang diincar para peselancar dunia, menjadi salah satu destinasi wisata bertaraf Internasional.

Selama ini perhatian Pemprov NTB terhadap Lakey memang masih perlu ditingkatkan. Mori sendiri menilai pantai ini memiliki sejumlah keunggulan yang tidak ditemukan di pantai lain.

“Di Pantai Lakey ini pengunjung bisa melakukan beberapa aktivitas olahraga air seperti berselancar (surfing), wind surfing ataupun kite surfing. Dan dengan kestabilan ombak yang termasuk dalam salah satu ombak tertinggi di dunia, Pantai Lakey juga sering dipilih sebagai tempat perlombaan atau kompetisi selancar tingkat dunia. Hal ini sudah seharusnya menjadi perhatian bagi Pemerintah Provinsi,” demikian ucap Mori Hanafi sambil menutup pidatonya.

Agustus 2017 lalu, Lakey diserbu oleh tamu wisatawan mancanegara pecinta kite surfing. Di bulan Agustus, para peselancar memang senang mendatangi Lakey karena angin sedang bagus untuk kite surfing hingga tiga bulan berikutnya. Selama bulan-bulan tersebut, penginapan warga akan dipenuhi para wisatawan yang datang untuk bermain kite surfing.

Pantai Nangas yang berada di jalan kembar Lakey menjadi tempat bermain kite surfing, sehingga para pencinta kite surfing memilih menginap di penginapan sekitar daerah setempat. Tingginya kunjungan pencinta kite surfing menjadi berkah bagi pelaku wisata di Lakey, karena rata – rata masa nginapnya antara 2 pekan hingga 1 bulan lebih.

“Mereka menginap sampai 1 bulan. Paling cepat 2 pekan mereka tinggal,” aku M. Ali, salah seorang pelaku wisata setempat.

Baik olah raga surfing maupun kite surfing yang menjadi andalan destinasi pariwisata Lakey, M Ali berharap, pemerintah memperhatikan petugas penyelamat pantai. Di Lakey, tenaga Lifeguard tidak banyak karena kurangnya perhatian dari pemerintah.

“Lifeguard di sini, mereka digaji Rp400 ribu per triwulan. Bagaimana mereka betah? Makanya kita sangat berharap agar petugas Lifeguard bisa dinaikan insentifnya,” ungkapnya.

Selain itu, Ali juga berharap pemerintah juga memperhatikan kenyamanan infrastruktur tamu yang berkunjung ke Lakey, penataan drainase dan akses jalan juga sedianya dapat ditata dengan baik oleh pemerintah. (tim)