Lakey Kumuh, Pelaku Wisata Demo Disbudpar Dompu

0

Dompu (Suara NTB) – Kawasan wisata Lakey mulai kurang diperhitungkan, baik oleh wisatawan nusantara maupun mancanegara. Hal itu terlihat dari tingkat kunjungan yang terus mengalami penurunan. Kekumuhan destinasi yang terkenal dengan ombaknya itu dinilai menjadi pemicu utama.

Karenanya, puluhan pelaku wisata lokal dan pengunjung mancanegara turun ke jalan. Mereka mendesak Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Dompu memperhatikan kondisi kawasan ini. “Maunya kami pemerintah memperhatikan pembangunan kawasan wisata, terutama berkaitan dengan infrastruktur,” kata Alex Lakey usai berorasi di halaman Disbudpar, Senin, 15 Januari 2018.

IKLAN

Menurutnya, tingkat kunjungan ke daerah yang dicari para perselancar itu sudah sangat menurun, mengingat konsen pembangunan infrastrukturnya tidak jelas. Ditambah keberadaan sampahnya yang cukup memperihatinkan.

Hal ini tegas Alex Lakey, salah satu pertimbangan pengunjung untuk mengurungkan niatnya ke Lakey. “Sampah ini yang paling dibenci orang barat, kenapa? Karena dia mengandung racun dan sangat berbahaya sekali. Makanya kami datang hari ini untuk mendesak pemerintah memperhatikan bidang industri pariwisata,” harapnya.

Orasi yang dihadiri puluhan pelaku wisata lokal itu juga turut dihadiri pengunjung mancangera, mereka turun ke jalan sebagai bentuk protes atas kondisi Lakey yang kumuh. Setelah berorasi lama para demonstran tak ditemui pihak Disbudpar, lantas mereka meluapkan kekecewaanya dengan menumpahkan sampah Lakey ke halaman Disbudpar.

Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Wisata Disbudpar Dompu, Zainul Arifin dikonfirmasi mengatakan, kebersihan kawasan wisata merupakan tanggung jawab para pelaku usaha itu sendiri, dan Lakey sudah termasuk Kawasan Strategis Provinsi (KSP), sehingga wewenang penuhnya ada di sana.

“Jadi yang membangun kios, membangun jalan setapak itu provinsi semua. Kami juga mendukung kegiatan dengan membangun sarana,” jelasnya.

Disbudpar pun tidak pernah lepas tangan terkait kebersihan kawasan wisata Lakey, sebab anggaran tiap tahunnya ada. Salah satunya bentuknya dengan pengadaan bak sampah di beberapa titik, pembangunan wc umum dan pergola. Hanya saja sesal Zainal Arifin, kesadaran para pelaku wisata ini yang masih sangat kurang.

“Nah disini perlu koordinasi kesadaran kita masing-masing. Jangan pemerintah, pemerintah tetap membangun sarana prasarana,” pungkasnya. (jun)