Lahan Pertanian Menyempit Tiap Tahun di Kota Bima

Tampak lahan sawah di Kelurahan Sadia Kecamatan Mpuda Kota Bima, mulai menyempit akibat alih fungsi lahan untuk perumahan, Jumat, 3 September 2021.(Suara NTB/Jun)

Bima (Suara NTB) – Dinas Pertanian (Distan) Kota Bima, mencatat 2.361 Ha luas area pertanian di 41 kelurahan. Dari luasan tersebut, tingkat produktivitas lahan mengalami peningkatan. Jika tahun 2020 sekitar 4,65 persen sekarang mencapai 5,54 persen.

Kendati sisi produktifitas meningkat karena melandainya serangan hama penyakit, namun dari segi produksi total justru menurun. Hal ini terjadi karena penyempitan lahan akibat alih fungsi untuk bangunan perumahan.

Iklan

“Walaupun produktifitas naik tapi produksi totalnya turun. Kenapa? Karena setiap tahun kami mengalami penurunan luas tanam, jadi banyak lahan sawah kita yang sudah beralih fungsi,” ungkap Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Distan Kota Bima, Abdul Najir kepada Suara NTB di kantornya.

Alih fungsi lahan untuk pembangunan ini, lanjut dia, terus terjadi tiap tahun dan sulit terkontrol. Seperti di Kelurahan Ule, dulunya terdapat 40 Ha sawah kini telah padat oleh pemukiman warga. Pun demikian di Mpunda, Raba dan beberapa wilayah lain sekitar perkotaan.

Mengingat penyempitan lahan ini berpotensi mengganggu ketahanan pangan daerah, Abdul Najir menegaskan, Distan tengah menggodok Perda Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan atau LP2B. “Sekarang sedang dilakukan pembahasan tentang rancangan Perda itu. Jajaran Perkim sudah di Jakarta untuk membahas rencana detail tata ruang untuk beberapa sektor, termasuk pertanian,” jelasnya.

Jika Perda LP2B ini disetujui dan terbit, ia meyakinkan alih fungsi lahan akan bisa ditekan signifikan, sebab dalam aturan itu tertuang lahan produktif yang tidak boleh diganggu untuk bangunan perumahan dan sebagainya meski berstatus hak milik.

Sementara disinggung penyebab melandainya serangan hama penyakit tahun ini, antara lain yakni aksi cepat tanggap dalam pemberian obat-obatan. Kemudian perlakuan yang tepat oleh para petani serta pemilihan bibit unggul. “Hama inikan biasa muncul karena perlakuan dan ada juga dasar dari penggunaan benih yang tidak bagus,” pungkasnya. (jun)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional