Lahan Dikuasai Calo Tanah, Selong Belanak Sulit Berkembang

Praya (Suara NTB) – Wilayah Selong Belanak Kecamatan Praya Barat telah ditetapkan sebagai salah satu kawasan wisata pendukung di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng). Yang diharapkan bisa mengimbangi, perkembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. Hanya saja, dengan kondisi sekarang ini kawasan Selong Belanak tampak masih agak sulit untuk berkembang.

Hal itu disebabkan lahan-lahan potensial di kawasan tersebut kini sudah dikuasai para calo tanah. Selain calo, sejumlah investor yang hanya membebaskan lahan namun tak kunjung membangun juga banyak menguasai lahan.

Iklan

Kepala Desa Selong Belanak, L. Yahya, kepada Suara NTB, Jumat, 17 Maret 2017 kemarin, menegaskan pemerintah desa tidak mampu berbuat banyak untuk menekan para calo maupun investor  tersebut supaya segera membangun. Akibatnya, banyak lahan-lahan potensi yang kini terlantar dan tidak produktif di kawasan Selong Belanak.

Di sisi lain, banyak calon investor yang benar-benar serius membangun justru tidak bisa masuk. Sebab, lahannya sudah dikuasai investor lain. “Jadi kalau dengan kondisi seperti ini sulit kita bisa melihat kawasan Selong Belanak bakal berkembang,” timpalnya.

Untuk itu, pihaknya berharap ada upaya nyata yang dilakukan oleh pemerintah daerah. Supaya bisa mendorong para investor yang sudah membebaskan untuk segera membangun. Sebagai mana janjinya dulu saat membebaskan lahan. Karena kalau kondisi tetap seperti sekarang ini, maka yang merasakan dampak buruknya tetap masyarakat.

Pertama, masyarakat tidak punya lahan lagi untuk digarap. Karena sudah diambil alih oleh investor. Sementara harapannya untuk bisa bekerja di fasilitas pariwisata tidak kunjung terwujud. Lantaran investasi yang dulu dijanjikan para investor tersebut tak kunjung terwujud.

“Ujung-ujungnya masyarakat yang rugi. Lahan yang akan digarap sudah tidak. Lapangan pekerjaan juga tidak ada,” pungkasnya.

Bila perlu ada langkah tegas yang diambil pemerintah daerah. Agar para investor tersebut segera membangun. Tidak kemudian menelantarkan lahan seperti sekarang ini. (kir)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here