Lahan Belum ‘’Clear’’, Pemprov Upayakan Kawasan Industri Hasil Tembakau Terbangun 2021

Muhammad Riadi (Suara NTB/dok)

PEMPROV NTB melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) mengupayakan kawasan industri hasil tembakau terbangun tahun 2021. Kepala Distanbun NTB, Muhammad Riadi, S.P., Mec.Dev., mengatakan pihaknya sedang mengupayakan persoalan lahan yang menjadi lokasi pembangunan kawasan industri hasil tembakau di eks Pasar Paokmotong Lombok Timur (Lotim) segera clear.

“Sedang kita upayakan. Kita mau selesaikan dokumen perencanaannya dulu. Sambil jalan kita kerjakan. Kita sedang berupaya ini,” kata Riadi dikonfirmasi Suara NTB di Mataram, Jumat, 21 Mei 2021.

Iklan

Terkait persoalan lahan, Riadi mengatakan pihaknya sudah berkomunikasi dengan Pemkab Lotim. Memang, katanya, dalam surat Bupati Lotim ke Pemprov NTB menyatakan bahwa eks Pasar Paokmotong menjadi kawasan industri hasil tembakau yang akan dikelola oleh Pemprov NTB. “Ini persoalan administrasi,” jelasnya.

Mantan Sekretaris Dinas ESDM NTB ini mengatakan pembangunan kawasan industri hasil tembakau tersebut akan dibangun tahun ini. Jika Peraturan Kepala. Daerah (Perkada) tentang refocusing anggaran sudah diketok, maka akan menjadi dasar Distanbun menyusun perencanaannya.

Meskipun sudah memasuki tengah tahun anggaran, Riadi mengaku optimis pembangunan kawasan industri hasil tembakau tersebut akan tuntas tahun ini. Karena menurutnya, bangunannya tidak rumit dan bisa dikerjakan selama tiga bulan.

“Bangunannya tidak rumit. Hanya rangka baja, saya lihat di Kudus biasa. Tiga bulan bisa selesai dibangun,” ucapnya.

Sebelumnya, Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Setda NTB, Ir. H. Ridwan Syah, M.M., M.Sc., M.TP menyebutkan Pemprov sudah menyiapkan anggaran melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) sebesar Rp18 miliar untuk pembangunan kawasan industri hasil tembakau di Lotim. Ridwan juga menjelaskan Pemprov dan Pemda Lotim sudah bersepakat untuk sama-sama menghibahkan lahan.

Pemda Lotim akan menghibahkan lahan yang dulunya eks Pasar Paokmotong sebagai lokasi pembangunan KIHT. Sementara, Pemprov NTB juga akan menghibahkan lahan ke Pemda Lotim. Namun, Ridwan tak menjelaskan lahan milik Pemprov yang akan dihibahkan ke Pemda Lotim. Dengan adanya kesepakatan tersebut, kata Ridwan, mestinya tidak ada lagi yang menjadi persoalan mengenai pembangunan KIHT tersebut.

Pembangunan KIHT diharapkan dapat meningkatkan produksi 41 UKM tembakau di Lotim.  Rencana pembangunan KIHT ini akan dibangun di lahan eks Pasar Paokmotong yang dinilai berdampak baik untuk pendapatan daerah dan stabilitas pasar tembakau. (nas)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional