Lagi, Seorang TKW Asal NTB Dipulangkan dalam Kondisi Sakit

Mataram (suarantb.com) – Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) NTB, H Wildan menyampaikan seorang TKW asal Lombok Tengah telah dipulangkan dari Riyadh Arab Saudi. TKW bernama Khusnul Khotimah tersebut kembali pulang dalam keadaan sakit.

“Kemarin ada TKW yang dipulangkan dari Riyadh satu orang. Namanya Khusnul Khotimah asal Lombok tengah, dia pulang dalam keadaan sakit,” jelas Wildan ditemui suarantb.com di kantornya, Selasa, 4 April 2017.

Iklan

Menurut Wildan, saat ditemui tim dari Disnakertrans di tempat tinggalnya kondisi Khusnul sangat memprihatinkan. “Tubuhnya bengkak-bengkak begitu, seperti orang yang terkena lupus. Tapi belum berani kita katakan begitu, harus dipastikan dulu,” tambahnya.

Untuk pengobatan Khusnul, Disnakertrans menyatakan perawatannya diserahkan pada RSUD NTB. Wildan juga tengah mengurus surat keterangan agar ia bisa mendapatkan perawatan gratis.

“Saya sudah koordinasikan dan sekarang dia dirawat di RSUD NTB. Sekarang sedang saya buatkan surat keterangan supaya dia gampang diurus, karena dia orang ndak mampu kan,” katanya.

Mendapat informasi ini, suarantb.com kemudian berkunjung ke RSUD NTB. Dengan bantuan pihak LSM Panca Karsa, suarantb.com berhasil menemui ayah dari Khusnul Khotimah, Amaq Nadi yang siang tadi menjaga sang anak di RSUD NTB.

Amaq Nadi menceritakan sedikit kisah perjalanan anak sulungnya tersebut menjadi TKW ke luar negeri. Khusnul berangkat meninggalkan keluarga tahun 2006 setelah tergiur ajakan dari seorang calo bernama Hj Asifah.

“Dia diajak Hj Asifah, katanya dia calo, calo resmi,” cerita Nadi lemas.

Selanjutnya, Nadi menyebutkan ia membayar sekitar Rp 2 juta untuk biaya pemberangkatan anaknya. Uang tersebut belum termasuk biaya-biaya keperluan lain yang dibutuhkan anaknya alias bekal perjalanan.

Lepas lulus SMP, Khusnul mantap merantau di Arab Saudi. Sayangnya, setelah meninggalkan orang tua dan dua saudaranya, Khusnul tidak pernah memberi kabar untuk keluarga di rumah. “Dia ndak ada kabar, tidak pernah telepon, kirim surat apalagi kirim uang. Saya pernah minta Hj Asifah buat carikan anak saya, tapi katanya belum ketemu-ketemu,” paparnya.

Melihat kondisi anaknya sekarang, pria asal Dusun Otak Desa ini mengaku bingung. Bagaimana bisa anaknya yang berangkat dalam kondisi sehat walafiat pulang dalam kondisi sakit. Meskipun itu sudah belasan tahun berlalu, keluarga sangat kaget dengan kepulangan Khusnul dalam kondisi demikian.

“Bingung liat anak pulang dalam keadaan sakit, setelah sekian tahun dia disana. Sekarang saya hanya berharap bantuan pemerintah saja,” ucapnya lemas. (ros)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here