Lagi, Pipa Induk PDAM KSB Putus Diterjang Banjir

Taliwang (Suara NTB) – Pelayanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) kembali terganggu. Sejak Senin dini hari lalu, PDAM tidak dapat menyalurkan air bersih ke pelanggannya secara normal setelah pipa induk dari intaek PDAM di SungaiTiu Bulu, KecamatanBrang Rea terputus akibat diterjang banjir.

Kepala PDAM KSB Bambang, ST mengatakan, putusnya pipa induk di Tiu Bulu benar-benar membuat pelayanannya lumpuh. Pasalnya pipa berdiameter 16 inci yang selama ini menjadi saluran utama dari intake patah setelah dihantam air bah.

Iklan

“Kami minta maaf kepada para pelanggan atas gangguan ini. Ini disebabkan faktor alam dan di luar kemampuan kami,” sebutnya kepada wartawan, Selasa (7/2).

Dijelaskannya, putusnya pipa berdiameter 16 inci tersebut membuat debit air PDAM dari sumber IKK Brang Rea berkurang hingga 50 persen. Dan untuk sementara, praktis PDAM saat ini hanya mengandalkan suplai air dari intake di BangkatMonteh dengan kapasitas 50 liter per detik.

Selain itu, PDAM KSB juga mengalihkan sumber jaringan dari kecamatan seteluk serta wilayah Banjar untuk melayani kebutuhan air dalam kota Taliwang.

“Kami terpaksa mengalihkan beberapa sumber yang kami miliki untuk melayani kota sampai proses perbaikan selesai,” sebutnya.

Kerusakan jaringan akibat banjir ternyata juga terjadi di bagian lainnya. Bambang mengungkapkan, pipa induk di sungai Palempat Temuan Desa Hijrah, Kecamatan Brang Ene juga putus pada akhir januari lalu karena diterjang banjir.

Terhadap kerusakan tersebut, pihaknya telah bersurat kepada bupati dan DPRD setempat. Harapannya pemerintah dapat membantu PDAM dalam mengatasi dampak bencana tersebut.

“Bupati sudah menindaklanjuti dengan memerintahkan tim dari Dinas PU untuk turun ke lapangan. Hasil kajian tim ini nanti untuk menentukan langkah penanganan yang akan diambil,” imbuhnya.

Pada bagian lain, Bambang menyatakan, potensi kerusakan jaringan milik PDAM tidak saja dipengaruhi faktor alam. Faktor manusia juga turut menjadi ancaman terhadap jaringan yang ada. Ia pun mencontohkan pada jaringan Brang Rea. Aktivitas proyek pembangunan bendungan Bintang Bano menjadi ancaman serius bagi pelayanan PDAM KSB.

“Intake kami yang ada di sekitar Bintang Bano kerap bermasalah dengan adanya aktivitas proyek bendungan di sana,” akunya.

Akibat aktivitas proyek bendungan Bintang Bano, Bambang mengaku, intake atau saluran masuk milik PDAM terus mengalami sedimentasi. Bahkan dalam situasi tertentu turut mempengaruhi kualitas air yang dialirkan ke pelanggan.

“Aktivitas mereka di sana mengambil material batuan. Akibatnya air jadi keruh,” imbuhnya. (bug)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here