Laboratorium Virus BKIPM Mataram Diperkenalkan

Rombongan murid dari SD 1 Negeri Cakranegara Mataram saat mengunjungi laboratorium milik BKIPM Mataram (Suara NTB/bul)

Mataram (Suara NTB) – Balai Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (BKIPM) Mataram memperkenalkan secara terbuka, laboratorium miliknya. Didalamnya adalah laboratorium untuk mendeteksi virus yang memungkinkan penularannya dari komoditas perikanan.

“Diantaranya termasuk untuk mendeteksi virus corona,” kata Kepala BKIPM Mataram, Suprayogi , S.Pi.MP.

Iklan

BKIPM Mataram dikunjungi rombongan murid dan guru SD Negeri 1 Cakranegara Mataram. Kedatangan rombongan, Kamis, 6 Februari 2020 untuk mempelajari seluruh pelayanan yang ada BKIPM Mataram dalam mendukung sektor kelautan perikanan.

Suprayogi didampingi Kasi Tata Pelayanan Ni Luh Anggra Lasmika, S.St.Pi.,M.Tr.Pi , Kasi P2I M.Farchan S.Pi.,MP  dan Kasubag TU, I Putu Panca Yasa, S.Pi menjelaskan, laboratirum yang ada di BKIPM Mataram cukup lengkap dan sudah diakuai berstandar internasional, dapat digunakan untuk pengujian sampel pada ikan yang terindikasi membawa virus. Sebut saja virus corona dari China yang saat ini menggemparkan dunia.

Virus corona memungkinkan masuk dari daerah sumbernya ke daerah lain, dikhawatirkan penularannya melalui ikan yang dibawa oleh orang dari sumber virus. Entah ikan siap konsumsi, maupun ikan segar. Suprayogi menjelaskan, untuk mendeteksi virusnya, pengujian sampel bakteri dapat dilakukan di laboratorim BKIPM Mataram, sebelum dikirim ke Jakarta untuk memastikannya secara detail. Kendati demikian, kecil kemungkinan penularan virus ini melalui ikan masuk ke NTB.

Mengingat NTB bukan pintu masuk penerbangan langsung ke Tiongkok. Dalam kesempatan ini, Suprayogi menyampaikan, Berdasarkan Undang-undang Nomor 16 Tahun 1992 dan Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2002 tentang Karantina Ikan, Tugas Pokok dan Fungsi Karantina Ikan adalah mencegah masuk dan tersebarnya Hama dan Penyakit Ikan Karatina dari luar negeri, dari suatu area ke area lain didalam negeri atau keluarnya dari wilayah Negara Republik Indonesia.

BKIPM juga menyelenggarakan fungsi yang diatur dalam PERMEN KP No. 15/MEN/2011 tentang Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan yang masuk atau keluar dari Wilayah Indonesia.

“Kalau ada ikan sakit, biar ndak nular ke daerah lain. Harus masuk karantina. Kita obati dulu, kita pastikan apakah layak untuk dilalulintaskan,” paparnya. (bul)