Kusir Cidomo Trawangan Telah Berlisensi

Tanjung (Suara NTB) – Trawangan merupakan salah satu pulau yang bebas polusi udara. Sebab masyarakat tidak diperbolehkan menggunakan kendaraan bermotor saat beraktivtas di pulau ini. Alat transportasi yang digunakan yaitu cidomo, dokar dan sepeda. Khusus untuk kusir cidomo diwajibkan memiliki lisensi. Sebab jika tidak memiliki lisensi, kusir tersebut tidak diperbolehkan beroperasi di Trawangan.

“Di sini ada 125 kusir cidomo dan semuanya sudah memiliki surat izin atau lisensi untuk menjadi kusir. Kalau tidak punya itu tidak boleh beroperasi. Jumlahnya pun hanya itu, karena itu sudah ketentuan dari pusat,” kata salah satu kusir cidomo di Trawangan, Safrudin kepada Suara NTB, di Trawangan, Jumat (24/2/2017).

Iklan

Masyarakat maupun wisatawan tidak perlu khawatir terhadap pelayanan dari kusir cidomo di Trawangan. Sebab mereka sudah diberikan pelatihan tentang tata cara melayani tamu atau wisatawan. Sehingga wisatawan bisa merasa lebih nyaman saat mengitari Gili Trawangan menggunakan cidomo.

“Di sini ada juga cidomo barang atau biasa disebut dokar. Jumlahnya juga lumayan untuk bantu pengiriman barang atau material ke tempat tertentu disini,” ujarnya.

Diketahui bahwa jumlah cidomo di pulau ini sebanyak 37 unit dan 24 unit cidomo barang dengan 125 kusir yang telah berpengalaman dan telah berlinsensi. Sehingga memudahkan dalam mengantar orang atau barang yang jaraknya terbilang jauh.

Saat ini setidaknya terdapat 26 ribu orang wisatawan yang berkunjung ke Trawangan. Rata-rata pendapatan satu kusir perhari bisa mencapai Rp 2 juta. Satu cidomo memuat maksimal empat orang dalam satu kali perjalanan.

“Kadang ramai, kadang tidak. Tapi selama ini terbilang biasa saja, bisa dibilang tidak pernah sepi. Karena setiap hari selalu ada yang datang,” ujarnya.

Ia berharap pemda dapat membuatkan jalan khusus untuk cidomo. Sehingga perjalanan selama mengantar wisatawan bisa lebih nyaman.

“Harapan saya disini ada jalan khusus untuk cidomo. Jadi kita bisa mengatar wisatawan dengan nyaman, biar bagus kan tidak sama jalannya sama jalur sepeda atau yang jlan kaki. Kita juga ngantarnya bisa lebih cepat,” harapnya. (lin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here