Kurtubi Targetkan Konversi Elpiji di Pulau Sumbawa Paling Lambat 2018

top ads

Mataram (suarantb.com) – Anggota Komisi VII DPR RI yang membidangi masalah energi, Dr. H. Kurtubi berjanji akan mendesak pemerintah pusat untuk  mempercepat konversi minyak tanah ke elpiji  3 kg di Pulau Sumbawa.  Ia menargetkan, konversi elpiji di Pulau Sumbawa paling lambat 2018 mendatang.

Kurtubi mengatakan, dirinya selaku anggota DPR RI Dapil NTB akan merasa malu jika konversi elpiji di Pulau Sumbawa tidak terealisasi. “Target untuk konversi elpiji ini iya dua tahunlah paling lama. Kalau sampai selesai jadi anggota  dewan (tidak terealisasi)  nanti malu saya,” kata Kurtubi saat kunjungan kerja di Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) NTB, Jumat, 22 Juli 2016.

Iklan

Politisi Partai Nasdem ini mengatakan, dirinya sudah hampir dua tahun menjadi anggota Dewan di Senayan. Ia mengaku banyak menerima masukan dari berbagai pihak supaya konversi elpiji di Pulau Sumbawa dipercepat. Pasalnya, wilayah lain sudah selesai konversi, sedang kan Pulau Sumbawa masih belum. Ia merasa memiliki tanggungjawab dan akan terus berjuang untuk mempercepat konversi ini.

Dalam kunjungan kerjanya bersama  General Manager Pemasaran Pertamina Surabaya ke Distamben NTB ini, Kurtubi menjelaskan program konversi di Pulau Sumbawa tidak kunjung selesai sampai sekarang karena terhambat persoalan infrastruktur. Dikatakan untuk infrastruktur ini akan dibangun dengan biaya APBN 2017. Pihak Pertamina mengatakan lokasi pembangunan Depo Elpiji lebih bagus menyatu dengan Depo BBM Pertamina di Bima.

Pasalnya, pembangunan infrastruktur tersebut nantinya tidak  membutuhkan lahan baru. Selanjutnya akan memudahkan pihak Pertamina mengawasi dan menangani keamanan  suplai elpiji  di Pulau Sumbawa. “Jadi tidak membutuhkan lahan baru, itu satu. Yang kedua, menggampangkan Pertamina mengawasi menghandle  dari hari ke hari keamanan suplai elpiji  di Pulau Sumbawa seterusnya,” terangnya.

  Meriahnya Pembukaan MTQ Ke-27 di Bima

Pasalnya, jika Depo Elpiji dibangun di luar kompleks Depo BBM di Bima, harga lahan cukup mahal. Sehingga ini akan berakibat terhadap biaya pembebasan lahan dan lainnya. “Saya anggota DPR-RI mendukung bahwa pembangunan infrastruktur Elpiji di Bima,” imbuhnya.

Kurtubi menambahkan, dirinya juga akan mendorong pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji (SPBE) di Bima dan Sumbawa. Pembangunan SPBE itu terus didorong supaya bisa tuntas 2017 mendatang. Sehingga bisa diluncurkan pembagian paket gratis elpiji pada awal 2018. Terkait dengan besaran anggaran yang digunakan untuk program konversi elpiji di Pulau Sumbawa, Kurtubi mengatakan tidak mengetahui jumlah anggarannya.

Pada kesempatan tersebut, Kurtubi juga menanyakan kepada Pertamina program konversi BBM ke elpiji untuk nelayan. Sampai sekarang, program itu belum ada di NTB. Ia berharap dalam beberapa bulan kedepan ada realisasi mengenai program konversi bahan bakar bagi nelayan ini. “Harus segera, agar menguntungkan semua pihak,” pintanya.

Kurtubi menambahkan, jika program konversi di Pulau Sumbawa belum dilakukan maka penyelundupan bahan bakar minyak tanah ke Pulau Lombok  akan sering terjadi. Ia mengatakan, jika konversi elpiji 3 kg dilaksanakan maka subsidi yang diberikan negara akan jauh lebih kecil.

“Jadi negara diuntungkan, disitu rakyat diuntungkan bentuknya bahan bakar untuk memasak jauh lebih bersih, lebih efisien dari pada minyak tanah. Cuma butuh sosialisasi saja, untuk menyampaikan masalah masalah ini ke masyrakat agar mereka tak salah persepsi,” tegasnya

Untuk program konversi elpiji di Pulau Sumbawa saat ini dalam proses pendataan oleh konsultan. Terkait hal ini, Kurtubi mengingatkan  Kepala Distamben NTB jangan sampai masyarakat miskin yang berhak mendapatkan program konversi itu tidak terdata. Konsultan itu, nantinya akan bekerja bersama pemerintah kabupaten/kota. (ism)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here