Kurtubi Dukung Pengembangan Energi Terbarukan di NTB

Mataram (Suara NTB) – Anggota DPR RI Dapil NTB yang duduk di Komisi VII DPR RI, Dr. H. Kurtubi menegaskan pihaknya mendukung pengembangan energi terbarukan di NTB. Dukungan itu disampaikan Kurtubi dalam kegiatan bertema pengembangan Bank Sampah Dalam Pengelolaan Infrastruktur Hijau Menuju Indonesia Bersih Sampah 2020 yang digelar Kementerian Lingkungan Hidup, di Mataram, Rabu, 23 November 2016.

Dalam kegiatan dialog tersebut, Kurtubi juga secara simbolik membagikan sejumlah unit motor pengangkut sampah bantuan Kementerian Lingkungan Hidup kepada kelompok-kelompok dan perwakilan warga di NTB. Kepada warga, Kurtubi berpesan agar memanfaatkan motor sampah tersebut dengan maksimal. Juga, perlu diusahakan bagaimana membiayai operasional motor-motor sampah itu untuk menunjang penggunaannya.

Dalam sambutannya, Kurtubi menyebutkan pentingnya daerah mengembangkan energi terbarukan yang berupa biofuel, biogas dan sumber energi terbarukan lainnya, termasuk sampah.

“Saya yang termasuk mendukung pengembangan energi terbaruk an di NTB. Kemarin saya minta, waktu ketemu dengan Dirjen ESDM, kepada Badan Geologi juga, supaya segera memetakan secara pasti energi panas bumi di NTB, untuk segera dikembangkan, menjadi sumber listrik di NTB,” ujar Kurtubi yang disambut tepuk tangan dari hadirin.

Menurut Kurtubi, saat ini daerah-daerah lain di Indonesia, bahkan di dunia, telah mulai mengembangkan pasokan listrik yang berasal dari energi terbarukan. Dalam hal ini, ujarnya, NTB masih tertinggal karena masih mengandalkan sumber energi konvensional.

“Mestinya, listrik itu bisa dihasilkan dari bahan baku yang ada di tanah-tanah kita sendiri. Kalau punya uang, PLN yang bangun. Kalau tidak, investor harus ditarik,” ujarnya.

Menurut Kurtubi, aktivitas manusia memang biasanya menimbulkan dampak lingkungan. Ia menyebutkan, aktivitas belanja di pasar tradisional sekalipun akan menghasilkan sampah bekas aktivitas pasar tersebut. Kini, tantangannya adalah bagaimana agar sampah dari berbagai aktivitas masyarakat itu bisa menjadi sumber energi alternatif. (aan/*)