Kurniawan Bercita-Cita Jadi Tentara

Kurniawan (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – TEKAD Kurniawan jadi atlet beladiri kempo ternyata  bukan tanpa alasan. Atlet yang sukses meraih medali perunggu di  Prakualifikasi Pekan Olahraga Nasional (Pra-PON) cabor beladiri kempo  tahun 2019 ini ternyata bercita-cita jadi Tentara Nasional Indonesia (TNI). Lewat prestasi olahraga beladiri kempo ia berharap  bisa mewujudkan cita-citanya menjadi tentara.

“Cita-cita saya ingin  jadi tentara. Saya berharap kelak bisa jadi tentara lewat jalur olahraga prestasi,” ucap putra pasangan Munadi dan Syukuriah kepada Suara NTB,  Jumat 25 September 2020.

Iklan

Impian Mahasiswa Semester tiga Undikma Mataram  mejadi tentara ternyata sudah mulai disiapkan dari sekarang. Ia  ingin mengejar cita-citanya lewat olahraga beladiri kempo, maklum sudah banyak atlet berprestasi jadi tentara lewat prestasi olahraga beladiri, sebut saja atlet tinju NTB, Nasruddin peraih medali emas PON tahun 2016 resmi menjadi anggota TNI setelah menorehkan prestasi di event olahraga nasional.

Begitu juga dengan Kurniawan sudah berhasil meraih medali perunggu di event nasional ketika berhasil meraih medali perunggu di Pra-PON tahun 2019. Atlet asal Lombok Timur (Lotim) ini akan mewakili NTB di PON XX Papua tahun 2021.

Kerja keras Kurniawan menjadi atlet nasional bukan hal yang mudah. Atlet kelahiran 15 April tahun 199 ini  kerap kali merasa jenuh karena seringnya latihan. Selain itu ia selalu menerima  hukuman dari pelatih bila kurang tangkas  dalam latihan. Namun ia terus berlatih dengan giat guna meraih prestasi di kancah nasional.

“Pengalaman kurang enaknya jadi atlet  kalo latihan sering merasa jenuh, selain itu  kalau salah sedikit  hampir setiap latihan di marah-marah sama pelatih, tapi saya jadikan motivasi agar lebih semangat dalam latihan,” tuturnya.

Sebaliknya, Kurniawan juga selalu merasa terharu, senang dan bangga ketika dirinya bisa meraih prestasi di kancah nasional. Terlebih lagi saat meraih tiket PON usai meraih medali perunggu di Pra-PON tahun 2019 ia sangat terharu dan bangga, maklum prestasi tersebut merupakan prestasi pertamanya di kancah nasional.

Mahasiswa Undikma Mataram ini mengatakan bahwa awal mulai ia ikut beladiri kempo  pada tahun 2016. Saat itu ia baru duduk di bangku  Sekolah SMK Negeri 1 Peringgabaya. Selanjutnya, dua tahun berlatih olahraga beladiri kempo ia memberanikan diri tampil di  Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) tahun  2018. Tak disangka, meski usianya masih belasan namun  ia berhasil meraih medali emas di kelas Randori (tarung) 65 Kilogram (Kg) putra.

Bagi Kurniawan, keberhasilan dirinya meraih medali  emas di Porprov NTB tidak mudah. Ia berlatih pagi dan sore  selama dua bulan oleh pelatih kempo NTB, Agus Suharyan. “Saya berlatih pagi sore selama dua bulan selama persiapan Porprov NTB. Saya dilatih pelatih  Agus Suharyan”terangnya.

Setelah sukses di Porprov, Kurniawan dipanggil mengikuti seleksi atlet  Pra-PON  NTB dan berhasil lolos seleksi tersebut. Bergabung dengan dengan tim PON NTB bulan Mei 2019, Kurniawan  mendapat pelatihan yang lebih ketat lagi dari pelatihnya.

Dengan mengikuti  program latihan yang terukur dari pelatihnya, Kurniawan berhasil meraih medali perunggu di Pra-PON Kempo di Kalimantan Selatan (Kalsel) tahun 2019, dan ia telah bergabung dengan tim kempo NTB yang akan bertanding di PON XX di Papua tahun 2021. (fan/*)