Kurma “Jafar” di Sumbawa, Berbuah Tanpa Mengenal Musim

Awaluddin Haris, warga Desa Pungka, Kecamatan Unter Iwes, Kabupaten Sumbawa menunjukkkan pohon kurma miliknya yang berbuah sepanjang tahun, Senin, 21 September 2020 (kiri). (Suara NTB/ist)

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Pohon kurma selama ini dikenal tumbuh di negara Timur Tengah seperti Arab Saudi. Namun di sejumlah wilayah Indonesia, pohon ini juga dapat tumbuh dan berbuah. Seperti pohon kurma spesial yang tumbuh di Kabupaten Sumbawa NTB.

Adalah kurma milik Awaluddin Haris, warga Dusun Tamere, Desa Pungka, Kecamatan Unter Iwes. Kurma yang ditanam di samping rumahnya ini, berbuah tidak kenal musim. Setiap buahnya sudah mulai masuk fase halal (beranjak matang), maka akan tumbuh tandan baru.

Iklan

“Kurma yang tumbuh di Desa Pungka, alhamdulillah buahnya ndak pernah putus sepanjang tahun. Sedangkan kurma di tempat lain, menurut cerita-cerita orang, itu hanya setahun sekali per musim,” sebut Haris saat ditemui Suara NTB, Senin, 21 September 2020.

Diceritakannya, awalnya kurma ini tidak sengaja ditanam. Tetapi bijinya dibuang oleh almarhum ayahnya Haris di samping rumah sekitar belasan tahun lalu. Setelah berusia 5 tahun, ternyata kurma mulai berbuah. Sejak saat itulah kurma yang kini tingginya diperkirakan sekitar 8 meter ini tak pernah berhenti berbuah.

“Sekarang sudah berumur sekitar 18 atau 19 tahun. Sejak umur lima tahun mulai berbuah, dan Alhamdulillah sampai sekarang terus berbuah. Kita tidak menyangka bisa seperti ini,”ungkapnya.

Selama berbuah, kurma ini sudah sering dipanen. Hasilnya sementara ini untuk dikonsumsi dan juga dibagikan kepada tetangga.

“Sudah ndak bisa saya hitung berapa kali dipanen. Pokoknya sejak berbuah itu ndak putus-putus. Dalam setahun setahun tidak hitung berapa kali. Begitu tua dia keluar bunga baru dengan sendirinya. Hasilnya sementara ini saya konsumsi sendiri dan siapa yang butuh saya kasih,” kata Haris sambil menunjukkan pohon kurma miliknya.

Menurutnya, dari pohon kurma ini, masing-masing memiliki manfaat. Dari pelepah yang sudah mati bisa ditumbuk sebagai gemburan media tanam. Kemudian buah muda yang jatuh bisa dijadikan obat diabetes. Biasanya buah tersebut dicampur menggunakan madu lalu diblender. Bahkan tidak sedikit orang berkeyakinan buah muda ini dijadikan obat untuk mendapatkan keturunan.

“Jadi kurma ini Insya Allah tidak ada yang sia-sia. Dari pelepah yang sudah mati bisa kita tumbuk untuk gemburan media tanam. Dan buahnya (buah muda yang jatuh) menurut orang-orang katanya untuk diabetes. Biasanya orang yang belum punya keturunan mereka cari ini untuk diblender dengan madu dan diminum rutin. Tapi jumlahnya ganjil tidak boleh genap,” ujarnya.

Saat ini, jelasnya, kurma ini belum diketahui jenisnya. Karena dari perbandingan dengan kurma lain, memiliki kemiripan dengan beberapa jenis kurma. Sehingga belum lama ini, sampel kurma sudah dikirim ke Jakarta untuk diteliti dan hasilnya masih ditunggu. Untuk sementara, kurma ini diberi nama Kurma “Jafar” yang diambil dari nama almarhum ayahnya yakni Rifai Jafar.

“Kalau jenisnya kami sendiri belum tahu. Makanya kemarin sampelnya kita kirim ke Jakarta, Cuma belum datang hasilnya. Kurma ini namanya Kurma Jafar diambil dari nama almarhum ayah saya Rifai Jafar yang merupakan mantan Ketua KPU Sumbawa,” terangnya.

Sebelumnya, terhadap kurma ini, sudah datang pembudidaya kurma dari Kabupaten Lombok Utara (KLU) untuk melihat. Kemudian pihaknya juga menunjukkan kurma ini kepada Ketua tim Kalimantan Date Palm Association (KDPA) melalui video confrence. Bahkan sejak diupload di media sosial, sudah ada beberapa orang dari luar negeri yang menghubunginya. Seperti dari Malaysia dan Thailand. Rencananya, kurma ini juga akan diikutkan dalam kontes kurma dunia yang diselenggarakan di Abu Dhabi.

“Kalau kontes Insya Allah kita usahakan kontes kurma dunia yang di Abudhabi. Kita kan untuk menunjukkan bahwa daerah di Indonesia terutama Sumbawa khususnya bisa untuk budidaya kurma,” tukasnya.

Diketahui, lanjutnya, di rumah miliknya terdapat dua pohon kurma. Pohon kurma satunya ditanam di depan rumah dan sudah berusia sekitar 10 tahun. Namun saat ini kurma tersebut belum berbuah. Rencananya, ia juga ingin mengembangkan penanaman kurma dari induk kurma yang sekarang sudah berbuah. Ke depannya, pihaknya berharap dapat diusahakan Sumbawa bisa dijadikan potensi untuk budidaya kurma. (ind/arn)