Kurma Datu Lombok Utara, Varietas Baru Kurma Terunik di Dunia

Ketua Asosiasi IDPA Kurma indonesia, Ade Sudrajat (kanan) dan Pembina IDPA Indonesia (kiri) menyaksikan kurma hasil panen di KLU. (Suara NTB/ari)

Tanjung (Suara NTB) -Tak disangka, wilayah Kabupaten Lombok Utara (KLU) dengan iklim cuaca relatif panas menghasilkan satu jenis kurma varietas baru dan terunik di dunia. Kurma Lombok Utara yang diberi nama dagang Kurma Datu Lombok Utara, memiliki keunggulan. Apa saja?

Panen Kurma perdana di halaman Masjid Dusun Beraringan, Desa Kayangan, Kecamatan Kayangan, Rabu, 26 Agustus 2020sore, menjadi sejarah bagi pegiat kurma internasional yang ada di Indonesia. Pasalnya, Kurma Datu Lombok Utara memiliki keunikan tersendiri dibandingkan varietas kurma di Indonesia.

Iklan

Kurma Datu Lombok Utara, mulai diujicoba di beberapa tempat. Misalnya di Tanjung, di Dusun Kertaraharja, Desa Genggelang, Kecamatan Gangga. Kemudian di kampung Lendang Bagian, Dusun Sembaro, Desa Segara Katon Kecamatan Gangga, serta di Dusun Beraringan.

Pembina Asosiasi Ukhuwah Datu Kurma Lombok Utara, Arif Munandar, saat ditemui Rabu malam, mengatakan Kurma Datu Lombok Utara telah diujicoba sejak beberapa tahun lalu. Misalnya, uji coba budidaya dan perawatan di Dusun Kerta, dimulai Januari 2016. Kemudian pada 1 Januari 2020 lalu, hasil ujicoba di Dusun Kerta itu sudah berbuah dan dipanen oleh warga. Panen yang dilakukan di Kerta sengaja dilakukan pada fase mengkal-matang atau setengah matang.

“Cuma panen di Kerta masih ruthob (panen muda), mengkal. Artinya masih ada rasa sepet. Timbul pertanyaan di masyarakat, kalau sepet ngapain tanam kurma,” katanya.

Mendapat pertanyaan itu, asosiasi IDPA (Indonesian Date Palm and Agriculture) melalui IDPA Lombok Utara mencoba melakukan treatment (perawatan) pada kurma. Tepatnya di Dusun Beraringan, Kurma yang tumbuh di halaman masjid dusun setempat diberi perawatan khusus sejak 13 Februari 2020 lalu.

Pada bulan April, ternyata kurma terlihat mengeluarkan bunga mayang. Uniknya, bunga mayang yang keluar tidak hanya pada bulan April saja, tetapi bulan-bulan berikutnya sampai Agustus, kurma tersebut mengeluarkan mayang untuk dikawinkan.

“Rupanya ini unik menurut dunia internasional. Sehingga IDPA, Pak Ade, Pak Ilyas, yang mewakili Khalifah Internasional Date Palm sengaja datang khusus ke sini melihat Kurma Datu,” ucapnya.

Umumnya di negara penghasil kurma seperti di negara-negara Timur Tengah, kurma berbuah satu tahun sekali sesuai musimnya. Hanya di Lombok Utara saja, dijumpai kurma mengeluarkan bunga mayang setiap bulan.

Untuk pertama kalinya pula, IDPA Indonesia panen tamar (kurma matang di pohon). Panen pola ini biasanya banyak dilakukan di Arab Saudi untuk memperoleh rasa dan tekstur yang berkualitas.

Budidaya mengagumkan ini juga ikut menarik perhatian pegiat kurma dari Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Jember dan Madura yang tergabung dalam IDPA Indonesia menyaksikan panen perdana tamar Kurma Datu.

“Kawan-kawan pegiat datang khusus menyaksikan panen tamar, sekaligus pemberian nama kurma yaitu Kurma Datu Lombok Utara,” kata Arif.

Untuk diketahui, pegiat kurma memiliki suatu lembaga asosiasi khusus kurma, bernama Khalifah Internasional Date Palm dan Agriculture World (IDPA).

Ketua IDPA Indonesia, Ade Sudrajat l, ST. M.Si., mengatakan setiap tahunnya IDPA Dunia menggelar ajang pertemuan yang memperkenalkan dan meningkatkan kualitas kurma di seluruh dunia. Melalui ajang itu nantinya, IDPA Indonesia akan memperkenalkan keunikan Kurma Datu Lombok Utara yang bisa berbuah di luar musim. “Kami akan mencoba membawa ini (Kurma Datu) untuk ikut acara itu,” kata Ade.

Ia menyebut, nama Kurma Datu akan dipatenkan sebagai satu nama kurma dari ribuan varietas yang ada di dunia. Nama Kurma Datu didaftarkan di asosiasi kurma Internasional sebagai kurma varietas baru, disertai dengan identitas keunikan yang dimiliknya.

Bukan mustahil, Kurma Datu Lombok Utara akan menjadi komoditas ekspor, sehingga identitas kualitas (standar ISO) secara otomatis akan mengarah pada potensi pasar kurma internasional. “Untuk ke arah sana (sertifikat ISO), Indonesia bisa. Karena kurma untuk semua wilayah ada 3.000 varietas. Kalau masyarakat mungkin tahunya, kurma saja,” ucapnya.

Kurma Datu yang dipanen di Dusun Beraringan, diketahui berat buah pada satu tandannya sebesar 9,9 kg.

Bupati Lombok Utara, Dr. H. Najmul Akhyar, SH. MH., usai bertemu pengurus asosiasi kurma Indonesia, mengatakan kurma hasil ujicoba pegiat kurma akan menjadi atensi daerah. Ia meminta, OPD terkait memberi atensi khusus pada program kurma.

“Saya sempat mencicip, dan enak sekali. Teksturnya sedikit berbeda dengan kurma di tempat lain di Indonesia, manis, lembut,” pujinya.

Najmul mengaku seolah tidak mempercayai daerah yang dipimpinnya menghasilkan kurma yang unik. Terlebih lagi, iklim kering dengan curah hujan lebih sedikit dibanding daerah lain di NTB, menghasilkan kurma berkualitas.

“Di Aceh kan banyak kurma, ternyata menurut asosiasi tadi, kurma ini unik. Begitu panen, sudah ada bunga yang dikawinkan lagi. Kalau di tempat lain, sesudah panen maka menunggu muncul bunga dulu untuk dikawinkan,” ucapnya.

Mendapat anugerah seperti itu, Najmul pun berkomitmen agar Kurma menjadi program yang bermasyarakat. Ia secara khusus akan mendukung program pengembangan budidaya di masyarakat melalui keberadaan asosiasi IDPA Lombok Utara.

“Saya katakan kepada ahlinya, ayo kita riset di Lombok Utara. Apalagi di KLU ini, ada sekitar 5.000 hektare tanah wakaf yang belum dikelola dengan baik. Kurma ini bisa menjadi potensi ekonomi baru bagi masyarakat kita,” pungkasnya. (ari)