Kurir Ditangkap, Pemilik 100 Gram Sabu Buron

Situasi saat penggeledahan di Meninting, Batulayar, Lombok Barat diduga sebagai tempat transaksi narkoba yang dijalankan pelaku berinisial RZ. (Suara NTB/Ditresnarkoba Polda NTB)

Mataram (Suara NTB) – Jaringan peredaran narkoba di Lombok Tengah terbongkar. Sebanyak lima orang ditangkap. Salah satunya, AJ alias AG (25) yang diduga sebagai perantara transaksi sabu 100 gram. Sementara yang diduga sebagai pemilik sabunya, KV alias KP masih buron karena kabur saat digerebek.

Dirresnarkoba Polda NTB Kombes Pol Helmi Kwarta Kusuma Putra Minggu, 4 April 2021 menjelaskan, pengungkapan kasus ini dengan menggerebek dua tempat. Yakni di Kampung Meteng, Praya, Lombok Tengah dan di Bunut Baok, Praya, Lombok Tengah. Penggerebekan berlangsung sepanjang akhir pekan lalu. Di tempat pertama, yakni di Kampung Meteng, polisi memburu target berinisial KV. “Yang bersangkutan melarikan diri melalui pintu belakang karena sudah diberitahu temannya berinisial AR,” kata Helmi.

Iklan

Badan AR (24) pun digeledah tetapi tidak ditemukan barang bukti narkoba. Tapi AR kemudian buka suara dengan memberi petunjuk KV kabur ke rumah transaksi lain di Bunut Baok. Tim langsung beralih tempat. Di Bunut Baok, akhirnya diamankan empat orang yang diduga terkait dengan aktivitas peredaran narkoba yang dijalankan KV. Mereka antara lain AH alias AK (21), EW alias EN (40), keduanya warga Meteng dan Bunut Baok. Serta seorang wanita berinisial DW alias AJ alias AP (25) warga Karang Bagu, Cakranegara, Mataram.

“Di TKP kedua tidak ditemukan KV. Tetapi ada ditemukan tas ransel warna hitam yang isinya sabu 100 gram,” sebutnya. Barang bukti lainnya yakni timbangan digital, pipa kaca, gunting, bundel klip kosong, enam ponsel, dan buku tabungan.

Helmi mengatakan kasus ini masih dikembangkan lagi lebih lanjut. Termasuk diantaranya memburu KV yang diduga sebagai pemilik barangnya. “Kita temukan adanya indikasi peredaran transaksi jual beli narkoba dan kepemilikan narkoba,” jelasnya.

Sementara di wilayah Meninting, Batulayar, Lombok Barat, diamankan empat orang jaringan narkoba, antara lain RZ (23), GD alias ND (20), DB alias BD (26), dan seorang wanita DW alias DE (23). Penangkapan mereka ini merupakan pengembangan dari penggerebekan dua orang di Monjok, Selaparang, Mataram. Dua orang diamankan, LM alias FW (24) dan HH alias HD (24). “Pelaku mencoba membuang barang bukti ke kloset saat digerebek,” kata Helmi. Mereka ketahuan saat sedang transaksi narkoba. Dari TKP Monjok, disita alat hisap narkoba uang tunai Rp420 ribu, dan satu poket sabu yang beratnya 11,76 gram.

Hasilnya kemudian dikembangkan ke Meninting. Di sana, kata Helmi, diduga sebagai tempat asal pelaku LM dan HH mengambil suplai sabu. “Dari interogasi dua orang itu, didaptkan informasi mereka mengambil barang dari RZ,” ucapnya.Rumah ini sebagai tempat RZ menyediakan suplai bagi jaringan pengedar di bawahnya.

“Kita sita ada uang tunai Rp163 juta yang kita duga bagian dari transaksi narkoba,” sebut Helmi. Begitu juga barang bukti lain yang menguatkan indikasi RZ sebagai pemasok sabu antara lain, bundel plastik klip berbagai ukuran, set alat hisap sabu, berbagai jenis ponsel dan laptop, dan buku tabungan serta ATM berbagai bank. (why)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional