Kuripan Luncurkan Desa Digital, Siapkan Mesin ATM Pelayanan Administrasi Warga

Bupati Lobar H. Fauzan Khalid didampingi sekda Dr. H Baehaqi, Kadis Kominfo, Camat Kuripan, Kades Kuripan melaunching Desa Digital

Mataram (Suara NTB) – Masyarakat Desa Kuripan, Kabupaten Lombok Barat (Lobar) tidak perlu lagi repot-repot untuk mendapatkan pelayanan administrasi surat menyurat. Pasalnya segala jenis pelayanan administrasi bisa langsung melalui mesin ATM atau Anjungan Tunai Mandiri pelayanan administrasi yang disiapkan oleh desa. Kedepan mesin ATM ini akan disiapkan di masing-masing dusun.

Penyediaan ATM pelayanan administrasi ini sebagai bentuk komitmen desa mulai menerapkan Desa Digital untuk mempermudah dan mempercepat pelayanan publik di desa setempat. Launching atau peluncuran Desa Digital dilakukan bersamaan dengan peletakan batu pertama pembangunan Kantor Desa Kuripan. Hal ini dilakukan dalam acara perayaan HUT Desa Kuripan ke 116, Minggu, 27 Desember 2020 kemarin. Launching langsung dilakukan oleh Bupati Lobar H Fauzan Khalid, Sekda Dr. H Baehaqi, Kadis Kominfo Ahad Legiarto, Camat Kuripan, Kades Kuripan serta dihadiri mantan Kades, segenap tokoh agama serta masyarakat setempat.

Kepala Desa Kuripan, Hasbi ditemui usai acara mengatakan pada usia desa 116 tahun, baru kali ini dilakukan acara peringatan. Pihaknya pun ingin memberikan kado bagi masyarakat dengan melakukan inovasi yakni launching Desa Digital dan pembangunan Kantor desa. “Tentu kami di Pemdes sangat memahami keinginan warga, bahwa pelayanan publik itu penting. Karena itu lah kami lakukan inovasi Desa Digital, dan menyiapkan tempat pelayanan yang bagus, nyaman dengan membangunkan kantor desa,”terang Hasbi.

Menurutnya sebagai salah satu desa tertua di Lobar tentu pihaknya ingin menghadirkan inovasi untuk pelayanan masyarakat agar bisa menjadi contoh bagi desa lain. Terpenting warga bisa mudah mengurus keperluan surat menyurat. Apalagi kondisi saat ini, Pandemi Covid-19 warga tidak dibolehkan berkerumun. Melalui pelayanan desa digital inilah pihak desa mencegah terjadinya hal itu. Pelayanan digital ini tidak saja mempermudah warga yang ada di desa, namun warga Kuripan yang berada di luar daerah. “Karena warga di luar daerah bisa membuat surat,”ujarnya.

Ia menyebut terdapat 36 jenis pelayanan surat menyurat melalui ATM administrasi secara digital ini. Kecuali surat jual beli, dan surat nikah. Hal ini untuk mencegah dimanfaatkan oleh orang yang tak bertanggung jawab. Pelayanan ini juga mencegah terjadi calo, karena warga cukup membawa KTP dan bisa selesai suratnya selama satu menit. Kedepan jelas dia, pihaknya akan menyiapkan ATM pelayanan di semua Dusun. Sejauh ini baru ada satu mesin ATM pelayanan di kantor desa. “Tahun depan kami siapkan dua mesin ATM pelayanan,”imbuh dia.

Ia menambahkan terkait pembangunan kantor desa baru disiapkan anggaran Rp 40 juta, itupun dari hasil jual tahunan aset kas Desa. Pihaknya menganggarkan awalnya Rp 60 dari Dana Desa, namun karena pemangkasan dampak pandemi, sehingga semua dicoret. Total biaya untuk membangun kantor desa ini mencapai Rp 750 juta.

Sementara itu Bupati Lobar H Fauzan Khalid mengatakan usia desa Kuripan dua kali lipat dari usia Kabupaten Lobar dan NTB. Di usianya yang panjang ini ia berharap Kuripan kembali ke jati diri yakni sebagai kota budaya, karena disini salah satu sumber kebudayaan pulau Lombok. Sumber ekonomi perdagangan karena di sini konon dulu sebagai pusat ekspor barang dan sebagai sumber pendidikan. “Hal ini harus dikembalikan dan InsyAllah bisa. Syaratnya kebersamaan, seperti jargon Kuripan Akur, penting kebersamaan,”sebut dia.

Terkait program desa digital akan di-back up penuh oleh Pemda. Ia pun Langsung meminta Kadis Kominfo hadir pada acara itu. Kenapa diminta hadir? agar niat baik Pemdes menjadikan desa digital bisa dikawal penuh oleh dinas terkait. “Ini jadi atensi, karena itu akan jadi percontohan,”imbuh dia. Bahkan Desa Kuripan akan ditunjuk untuk mewakili Lobar pada lomba desa tingkat provinsi. (Her)