Kurangi Impor Telur, Kampung Unggas Dikembangkan ke 100 Kelompok Baru

Iskandar Zulkarnain, Kepala Dinas Nakeswan Provinsi NTB, Hj. Budi Septiani meninjau penetasan di Kampung Unggas, Teruai, Lombok Tengah. (Suara NTB/bul)

Mataram (Suara NTB) – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Provinsi NTB akan mendistribusikan bantuan kepada 100 kelompok masyarakat untuk pengembangan unggas petelur. Bantuan ini dihajatkan untuk mengurangi ketergantungan kebutuhan telur luar NTB yang masih cukup banyak. Saat ini kebutuhan telur kita 1.300.000 butir/hari. Sementara kemampuan produksi kita hanya 600.000 butir/hari, itu belum untuk kebutuhan saat MotoGP 2021, kata Kepala Dinas Nakeswan Provinsi NTB, Ir. Hj. Budi Septiani.

Untuk menutupi kekurangan kebutuhan ini, NTB masih mendatangkan telur dari luar daerah. Misalnya, dari Bali dan Jawa untuk menutupi kebutuhan 30 juta butir pertahun. Menurutnya, program kampung unggas, apalagi setelah diluncurkan Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah dan Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah sudah mulai fokus dilakukan oleh kabupaten/kota.

Iklan

Ada beberapa kelompok bidang unggas minta rekomendasi mengirim ke luar provinsi. Seperti ke NTT. Rekomendasi akan diberikan ketika NTB mampu memproduksi setelah kebutuhan dalam daerah terpenuhi. Peluang pasar di luar cukup terbuka. Harga jualnya juga cukup bagus kata kepala dinas.

Ia menjelaskan, NTB punya potensi peternakan unggas yang cukup menjanjikan. Namun belum mampu memenuhi semua kebutuhan telur dan ayam dalam daerah. Hal itu menggambarkan peluang usaha peternakan unggas sangat menjanjikan di NTB. Pemprov NTB menargetkan swasembada telur pada tahun 2023 mendatang. Namun target ini dikejar lebih cepat tercapai, tahun 2022.

Sekretaris Dinas Nakeswan Provinsi NTB, Iskandar Zulkarnain di ruang kerjanya, Kamis, 14 Januari 2021 mengatakan, tahun ini ada 100 kelompok yang akan diberi bantuan untuk pengembangan unggas petelur. Rencananya setiap kelompok akan diberi proporsional di seluruh kabupaten/kota di NTB. Anggarannya menggunakan dana APBD NTB. Masing-masing kelompok, diberikan bantuan kandang kapasitas 5.000 ekor. Ditambah bantuan Day Old Chick (DOC)/ ayam umur 10 hari. Termasuk pendampingan petugas, dan bantuan pakan hingga berproduksi dan obat-obatan.

Tahun 2020 lalu, ada 23 kelompok yang diberi bantuan pengembangan kampung unggas. Tahun ini lebih besar porsinya. Selain untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan telur untuk lokal secara mandiri, juga dipersiapkan untuk mengantisipasi lonjakan permintaan saat Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika bergerak. Lebih-lebih akan dilaksanakannya balap motor bergengsi, MotoGP. Triwulan I ini kita harapkan sudah di tender, jelas Iskandar. (bul)

Advertisementfiling laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional