Kurang, Guru Berstatus ASN di Jenjang Pendidikan SMA Sederajat

Ilustrasi Guru. (Suarantb/ist)

Mataram (Suara NTB) – Kekurangan guru berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) masih dialami di jenjang pendidikan SMA dan SMK, serta SLB. Kekurangan guru yang cukup tajam terjadi di beberapa mata pelajaran jenjang SMA, guru produktif SMK, dan guru pendidikan luar biasa.

Hal itu disampaikan Kepala Seksi Guru dan Tenaga Kependidikan SMA dan PK, pada Bidang Pembinaan Ketenagaan dan Tugas Pembantuan, Dinas Dikbud NTB, Rizaldi Harmonika Ma’az, S.Pd. Menurutnya, secara umum kekurangan guru ASN masih terjadi. Untuk jenjang SMA yang masih cukup kurang secara umum di NTB yaitu guru sejarah dan guru sosiologi. “Kekurangan guru terutama ASN banyak di wilayah Bima,” ujarnya.

Selain itu, kekurangan guru di SLB juga masih cukup banyak. Menurutnya, banyak guru yang mengajar di SLB merupakan guru mata pelajaran bukan guru pendidikan luar biasa. Di samping itu, kekurangan guru produktif di SMK juga masih cukup tinggi.

Pihaknya berharap kepala sekolah dan Kantor Cabang Dinas di daerah bisa tetap memberikan perkembangan terkini kondisi kekurangan guru di sekolah. “Terutama bagaimana perkembangan terkini terkait kekurangan guru dan situasi pendidikan di sekolah dan daerah,” ujar Rizaldi.

Salah satu upaya pihaknya mengantisipasi kekurangan guru itu melalui Uji Kompetensi Guru (UKG) non-ASN. Guru non- ASN yang dinyatakan lulus UKG Non-ASN tahun 2020 akan diajukan SK penugasan gubernur pada Januari 2021. Mereka akan ditempatkan atau didistribusikan ulang sesuai kebutuhan di sekolah-sekolah yang membutuhkan guru.

“Kami lihat dulu, kami lakukan penataan, supaya distribusi guru tidak terganggu, terutama jam mengajar guru yang sudah sertifikasi,” jelas Rizaldi.

Menurutnya, kemungkinan ada perubahan penempatan atau distribusi ulang guru non-ASN. Namun, jika kebutuhan guru di sekolah asal guru non-ASN itu belum terpenuhi, maka guru tersebut akan tetap mengajar di sekolah asalnya. (ron)