Kurang dari 5 Jam, Jasa Raharja NTB Serahkan Santunan Rp50 Juta kepada Ahli Waris Anggota Polairud

Penyerahan santunan kepada ahli waris oleh Kepala Jasa Raharja NTB, Mulyadi (peci) didampingi Kanit Operasional Wahyu P Wibowo. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB)-Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Raya Pemenang Dasan Bantek,  Desa Menggala Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara , Senin, 28 September 2020. Akibatnya, salah seorang pengendara meninggal dunia.

Kecelakaan terjadi sekitar Pukul 11.00 WITA,  korban meninggal adalah Iwan Sukmana. Anggota Polairud Polres Lombok Utara, 37 tahun asal  Kelurahan Kekalik Jaya Kecamatan Sekarbela Kota Mataram.

Iklan

Petugas Jasa Raharja NTB, Nasrullah, bergerak cepat setelah mendapatkan informasi lakalantas ini. Berkoordinasi langsung dengan Unit Laka Lantas Polres Lombok Utara untuk kepastian kasus serta Laporan Polisi yang diterbitkan.
Berdasarkan laporannya, kronologis kecelakaan  diketahui, sesaat sebelum terjadi lakalantas.

 

Pengendara mobil roda empat jrnis pickup merk Mitsubishi warna hitam bernomor polisi DR 8374 RA yang dikendarai oleh Adi Pangestu Ramadan melaju dari arah selatan ke utara, atau dari arah Pemenang menuju Mataram. Setibanya di Tempat Kejadian Perkara (TKP) pada jalan menikung menanjak ke kanan, diduga kuat pengendara roda empat melaju dengan kecepatan tinggi dan mengalami lepas kendali ban selip, melambung ke arah berlawanan.

Selanjutnya bertabrakan dengan pengendara roda dua merk Honda Beat, warna hitam DR 4273 CJ yang melaju dari arah berlawanan. Sepeda motor ini  dikendarai oleh Iwan Sukmana. Kecelakaan tak bisa dielakkan. Korban sebelumnya sempat dibawa ke Puskesmas Pemenang karena menderita luka berat di kepala, sebelum dinyatakan meninggal dunia.

Petugas Jasa Raharha kemudian datang ke rumah duka untuk jemput bola dan verifikasi keabsahan ahli waris. Isteri korban (ahli waris), Parisa, di rumah duka di Kekalik Jaya di tengah duka menyambut kedatangan petugas. Kurang dari 5 jam setelah kecelakaan, santunan sudah diproses.
Kepala Jasa Raharja NTB, Mulyadi juga datang untuk silaturahim  dan menyerahkan santunan  kematian sebesar Rp50 juta ini, langsung kepada ahli waris. “Ini sebagai bentuk respon cepat petugas kami. kami juga turut menyampaikan duka cita yang mendalam,” kata Mulyadi.

Sebaliknya, Parisa menyampaikan rasa terimakasih atas pelayanan jemput bola yang dilakukan oleh petugas Jasa Raharja NTB. “Insya Allah santunan ini akan bermanfaat bagi kami,” ungkapnya.

Mulyadi menambahkan, sampai dengan hari ini, Jasa Raharja NTB telah menyerahkan santunan sebesar Rp20,8 miliar. Santunan korban laka lantas ini terdiri dari santunan kematian, luka-luka, cacat, dan biaya pengobatan di rumah sakit.

Mulyadi berharap agar tingkat kedisiplinan dan tertib lalu lintas semakin baik di NTB ini. Selain itu, tingkat kepatuhan membayar pajak kendaraan bermotor masyarakat juga semakin baik, “Karena santunan yang diserahkan bersumber dari SWDKLLJ yang dibayar oleh setiap pemilik kendaraan saat membayar pajak di Kantor Samsat.(bul)