Kuota Siswa Baru Sejumlah SMP di Mataram Tidak Terpenuhi

H. Lalu Suwarno (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Pengumuman Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jalur zonasi SMP negeri di Kota Mataram dilakukan pada Senin, 29 Juni 2020. Hasilnya, kuota siswa baru melalui jalur zonasi di sejumlah SMP negeri tidak terpenuhi. Dengan kata lain, sekolah tersebut menerima jumlah siswa baru lebih sedikit dari daya tampung siswa baru di sekolah itu.

Salah satunya SMPN 18 Mataram yang dari jalur zonasi hanya mendapatkan 14 siswa baru. Sementara dari jalur afirmasi, SMPN 18 Mataram menerima 13 orang. Kepala SMPN 18 Mataram, H. Lalu Suwarno dihubungi pada Senin, 29 Juni 2020 mengatakan, kuota siswa baru di SMPN 18 Mataram sebanyak tiga rombongan belajar (rombel) atau 84 siswa. “Jumlah yang diterima ini sangat sedikit, bahkan tidak sampai maksimal jumlah siswa di satu rombel,” katanya.

Iklan

Menurutnya, pihaknya sudah melakukan sosialisasi sampai ke pihak lingkungan di sekitar sekolah. Ia juga menyesali jumlah pendaftar yang diterima di SMPN 18 Mataram dari Lingkungan Ampenan Selatan hanya lima orang. “Kami sudah sosialisasi ke lingkungan, tapi tidak bisa juga, kami sudah maksimal, tidak tahu lagi,” ujarnya.

Suwarno mengaku, sebelumnya sudah ada komitmen dari Dinas Pendidikan untuk menambah jumlah pendaftar siswa baru di SMPN 18 Mataram, melalui pertemuan dengan SMP negeri terdekat seperti SMPN 3 Mataram, SMPN 17 Mataram, dan SMPN 10 Mataram. Namun, menurutnya hanya saja bergantung dari keinginan masyarakat.

Kondisi belum terpenuhi kuota siswa baru juga terjadi di SMPN 21 Mataram. Kepala SMPN 21 Mataram, Didik Syamsul Hadi yang ditemui di ruang kerjanya, Senin, 29 Juni 2020 mengatakan, sebanyak tujuh siswa diterima lewat jaluar afirmasi, sedangkan 60 orang melalui jalur zonasi. Daya tampung siswa baru di SMPN 21 Mataram sebanyak lima rombel atau 140 siswa. “Masih jauh dari daya tampung,” katanya.

  Temui Siswa SMAK Kesuma, TGB Tanamkan Wawasan Kebangsaan

Menurutnya, letak sekolah SMP sederajat lainnya yang relatif berdekatan dengan SMPN 21 Mataram mempengaruhi sedikitnya jumlah pendaftar. Kondisi minimnya siswa baru berdampak pada adanya ruang belajar yang tidak terpakai. Begitu juga dengan guru yang terpaksa harus menambah jam mengajar di luar sekolah, karena jumlah siswa yang minim membuat jam mengajar mereka yang seharusnya 24 jam sulit dipenuhi.

Ketua Panitia PPDB Kota Mataram yang juga Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas) Disdik Kota Mataram, M. Taufik sebelumnya mengatakan pihaknya melakukan pendaftaran secara daring, seleksi juga secara sistem daring. Ia menegaskan, pihaknya ingin agar semua anak di Kota Mataram bersekolah. “Yang penting bagaimana kita mengakomodasi anak-anak Mataram agar semua bersekolah, kedua tidak mengesampingkan juknis yang ada,” katanya.

Ada empat jalur PPDB SMPN negeri di tahun 2020 ini yaitu jalur zonasi dengan kuota paling sedikit 50 persen dari daya tampung sekolah, jalur afirmasi paling sedikit 15 persen, jalur perpindahan tugas orang tua/wali siswa paling banyak 5 persen, dan jalur prestasi paling banyak 30 persen dari daya tampung sekolah.  (ron)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here