Kuota Pembiayaan Rumah Subsidi di Bank NTB Syariah 1.800 Unit

H. Kukuh Raharjo. (Suara NTB/bul)

Mataram (Suara NTB) – Bank NTB Syariah tahun 2021 ini mendapatkan kuota pembiayaan untuk rumah subsidi sebanyak 1.800 unit. Kuota ini bisa bertambah, sepanjang realisasinya progresif hingga pertengahan tahun ini. Seperti disampaikan Direktur Bank NTB Syariah, H. Kukuh Raharjo di kantornya, akhir pekan kemarin. Saat ini ada 40 pengembang lokal yang menjadi mitra untuk penyaluran rumah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) ini.

Beberapa pengajuan dari pengembang juga terus masuk. Karena itu, menurutnya Bank NTB Syariah harus lebih selektif untuk penyaluran pembiayaan rumah subsidi. Perioritasnya adalah adalah pembiayaan kepada perumahan-perumahan milik pengembang yang berlokasi strategis. “Yang paling dominan kita perhatikan adalah lokasi perumahannya. Harus strategis dari sisi bisnis bank maupun pengembang,” katanya.

Iklan

Pertumbuhan pembiayaan properti di Bank NTB Syariah sangat progresif. Tahun 2020 lalu, Bank Pembangunan Daerah (BPD) NTB ini sebanyak 1.645 unit. Tahun 2019 lalu sebanyak 1.200 unit. Tahun 2021 ini, kata H. Kukuh, Bank NTB Syariah diberikan kuota pembiayaan 1.800 unit. Jika di pertengahan tahun (Juni), pembiayaan dapat tercapai 80 persen, kuotanya akan ditambah. “Seperti tahun lalu, ita relatif jauh lebih siap. Karena dari sisi instrumen kita makin siap, 2021 ini kita pergunakan sistem untuk pembiayaannya. Semua berbasis online, sehingga semakin mempercepat proses dan memudahkan teman-teman pengembang,” imbuhnya.

Untuk alokasi pembiayaan rumah subsidi ini, Bank NTB Syariah juga masuk urutan ke tiga dari lima besar BPD di Indonesia. Setelah Bank Jawa Barat (BJB) dan Bank Sumsel Babel (Sumatera Selatan). Untuk mempercepat realisasi sesuai target pertengahan tahun ini, saat ini sudah ada 125 berkas calon konsumen pengembang yang sudah siap akad kredit.  Dari 600 berkas yang sudah masuk bulan Januari ini.

Cepet kok pembiayaan KPR subsidi ini. disamping kita sudah punya bensmart , ada juga sebagian developer yang proyeknya belum selesai. Sisa tahun lalu, bisa di boking tahun ini,” imbuhnya. Bank juga akan memberikan pembiayaan perumahan subsidi ini secara selektif. Misalnya kepada konsumen yang pendapatannya tetap (fix income) seperti  ASN, dan tanpa mengesampingkan para pelaku usaha produktif yang potensial. Misalnya, punya usaha/kios di pasar yang permanen. Kemudian jenis dagangannya adalah kebutuhan harian, tentu ada kemungkinan perioritas dibiayai.

Bank NTB Syariah juga akn menggelar expo pada Maret ini. dilakukan secara virtual. Konsepnya mirip seperti expo langsung. Tersedia hall virtual yang akan diisi oleh pengembang-pengembang. Customer bisa berkunjung dari andoidnya. Dapat memilih-milih rumah melalui androidnya. Jika cocok, konsumen bisa mengajukan pembiayaan langsung secara online. (bul)

Advertisementfiling laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional