Kuota K2 dan Penyandang Disabilitas di KSB Nihil Pelamar

MANUAL - Pemeriksaan berkas lamaran CPNS secara manual oleh tim Pansel CPNS KSB tahun 2018. (Suara NTB/bug)

Taliwang (Suara NTB) – Kuota penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dari jalur pegawai K2 (pegawai honorer) dan penyandang disabilitas yang dibuka pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) kemungkinan besar akan kosong. Hal ini disebabkan sejauh ini kedua jalur tersebut belum ada yang memasukkan lamarannya.

Hingga, Senin,  15 Oktober 2018, Pansel CPNS KSB tahun 2018 belum memonitor masuknya lamaran secara online kedua jalur penerimaan tersebut. “Sampai detik ini kita belum lihat adanya masuk lamaran jalur K2 dan penyandang disabilitas yang kita buka,” kata kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) KSB, H. Abdul Malik Nurdin, S.Sos kepada wartawan.

Iklan

Untuk jalur K2 di penerimaan CPNS tahun ini KSB mendapat jatah sebanyak 12 orang. Di mana jatah tersebut seluruhnya untuk kebutuhan tenaga guru. Sementara bagi penyandang disabilitas (cacat) KSB menyediakan dua slot posisi sebagai tenaga teknis administrasi.

Malik memperkirakan, tidak adanya pelamar dari K2 dikarenakan syarat yang diberlakukan dalam penerimaan CPNS tahun ini sangat berat dipenuhi oleh pegawai K2 di KSB. Terutama persyaratan umur dan kualifikasi jenjang pendidikannya.

“Ini sejak awal kita khwatirkan dan ternyata benar. Karena kita tahu pegawai K2 kita waktu melamar kebanyakan hanya mengantongi ijazah SMA. Padahal persyaratannya minimal S1 guru,” timpalnya.

Demikian dengan syarat umur yang ditetapkan maksimal 35 tahun per 1 Agustus 2018. Dikatakan H. Malik, posisi saat ini rata-rata pegawai K2 sudah melewati batas umur yang ditetapkan Badan Kepegawaian Nasional (BKN) itu. “Jadi dilema ya K2 kita. Ijasahnya ada tapi umurnya yang lewat. Sebaliknya umurnya masuk syarat tapi ijazahnya lagi yang bermasalah karena terbit di atas tahun 2013,” tukasnya.

Tidak adanya pelamar dari pegawai K2 itu, H. Malik memastikan, penerimaan CPNS oleh Pemda KSB tidak bisa memenuhi kuotanya. Sebab kuota bagi K2 ini tidak bisa diisi dari pelamar reguler. “Kalau yang disabilitas bisa diisi dari umum. Tapi kalau K2 tidak bisa karena sifatnya khusus. Jadi kita akan kehilangan 12 slot penerimaan CPNS yang jadi jatah K2 itu,” paparnya menyayangkan.

Sementara itu total jumlah pelamar yang telah terdaftar di website SSCN untuk penerimaan CPNS KSB, hingga siang kemarin tercatat sebanyak 2606 pemalar. Sementara berkas yang diterima sekretariat Pansel sebanyak 2.310 berkas.

Menurut H. Malik, data pendaftaran online itu kemungkinan besar masih akan bertambah mengingat penutupan pendafatarannya baru akan dilakukan secara serentak pada pukul 00.00 wita, 16 Oktober 2019. “Pasti masih bertambah, karena masih ada waktu sampai tengah malam nanti untuk mendaftar online,” urainya seraya menambahkan batas waktu pengiriman berkas lamaran hingga 17 Oktober mendatang.

“Mereka diberi waktu 2 hari setelah penutupan online mengirimkan berkas. Yakni tanggal 17 Oktober terakhir cap pos berkas mereka dikirim ke kami,” sambung H. Malik.

Selanjutnya dari seluruh formasi yang dibuka oleh Pemda KSB, ada dua formasi yang sejauh ini jumlah pelamarnya sangat sedikit. Kedua formasi itu yakni formasi dokter gigi dan dokter umum. Untuk dokter gigi dari 3 formasi yang dibuka hanya ada 1 orang pelamar, sedangkan dokter umum diperlukan sebanyak 9 orang sejauh ini hanya tercatat 7 orang yang memasukkan lamaran.

“Kalau sampai penutupan pendaftaran hanya segitu (kurang) pelamarnya, kita bisa pastikan jumlah CPNS yang bisa kita terima tahun ini tidak bisa maksimal. Karena kalau pun semua yang daftar itu dinyatakan lulus, kan tetap tidak memenuhi kuota yang kita siapkan,” tukasnya. (bug)